Jadwal Sholat

Waktu Sholat untuk 6 Juta Kota Sedunia
Country:
Silahkan baca semoga ada manfaatnya, terima kasih. Semoga Bermanfaat

Rabu, 24 Juni 2009

Menghormati dan menghargai orang lain


Tema yang ana angkat ini masih ada hubungannya dengan postingan sebelumnya yaitu ikhlash, walaupun pada tema ini lebih condong terhadap akhlak kita terhadap sesama manusia. Alasan ana memilih topik ini yaitu sama seperti judul diatas, yaitu untuk mengharapkan adanya sikap “saling menghormati dan menghargai orang lain”. Bagi para thulab, yang usianya masih muda -yang ana termasuk didalamnya- maka selayaknya kita menghormati orang yang lebih tua umurnya dari kita, begitupun dengan orang yang usianya relatif tua, untuk menyayangi dan menghargai orang-orang yang lebih muda darinya.

Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa Salam bersabda, yang artinya: “Bukanlah termasuk golongan kami siapa saja yang tidak menghormati orang yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda dan mengenal hak orang ‘alim kita.” (HR Ahmad dan Hakim, dihasankan oleh Al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no. 4319)

Dan orang yang paling pantas dihormati dan dihargai adalah orang yang paling banyak ilmu dan amal ibadahnya. Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa Salam bersabda, yang artinya: “Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala mengangkat beberapa kaum dengan kitab ini dan merendahkan yang lain.” [HR. Muslim, Dalam Kitab Shalat orang-orang musafir, bab 47, hadits no. 817 (Syarh an-Nawawi 3/346 )].

Orang yang memiliki akhlak ihtiram (menghormati orang lain) menghormati ilmu dan pemiliknya, dan termasuk penghormatan terhadap ulama yang dapat kita rasakan wibawanya. Al-Bukhari meriwayatkan sesungguhnya Hudzaifah rodhiyallohu ‘anhu menyampaikan hadits tentang fitnah, lalu para tabi’in ingin bertanya kepadanya, mereka berkata: “Karena wibawa Hudzaifah kami tidak mampu bertanya kepadanya…” (HR. Bukhori, hadits no 525 dan diriwayatkan oleh Ahmad 5./402 dan ini adalah lafazhnya)

Sungguh seperti inilah keadaan para sahabat bersama Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa Salam, pada suatu ketika mereka ingin bertanya kepada beliau shollallohu ‘alaihi wa Salam tentang orang yang menepati janjinya kepada Allah subhanahu wa ta’ala, siapakah yang dimaksud dengannya dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala, yang artinya:

“Di antara orang-orang mu’min itu ada orang-orang yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur.” (QS. al-Ahzab :23)

Mereka berkata kepada arab badawi yang jahil, “Tanyakanlah kepada beliau shollallohu ‘alaihi wa Salam tentang orang yang menepati janjinya kepada Allah subhanahu wa ta’ala, siapakah dia? Rawi (yang meriwayatkan) berkata: ‘Mereka tidak berani menanyakannya, mereka menghormati dan membesarkan beliau shollallohu ‘alaihi wa Salam.’ (HR. Tirmidzi no. 2560/3433 dalam sunannya 3/91, (hasan shahih).

Dan di dalam hadits sujud sahwi, sesungguhnya Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa Salam shalat dua rekaat, bukan empat rekaat. Maka sebagian sahabat mengira bahwa shalat diqashar. Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu berkata: ‘Dalam jamaah adalah Abu Bakar rodhiyallohu ‘anhu dan Umar rodhiyallohu ‘anhu, keduanya merasa segan (untuk) mempertanyakannya…” (HR. Bukhari, hadits no. 6051 dan diriwayatkan oleh Ahmad 2/234 dan ini adalah lafazhnya)

Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa Salam pun mendorong mereka agar selalu bertanya, beliau -shollallohu ‘alaihi wa Salam- bersabda: ‘Bertanyalah kepadaku’ –namun mereka segan bertanya kepada beliau -shollallohu ‘alaihi wa Salam- [HR. Muslim, kitab iman, bab 1, hadits no. 7-10 (Syarh an-Nawawi 1/278)]. Maka Allah subhanahu wa ta’ala mengutus Jibril alaihis salam dalam bentuk manusia untuk bertanya kepada beliau agar mereka belajar tentang agama mereka.

Hendaklah bertanya dengan pertanyaan yang tidak memberatkan ulama

Di antara tatakrama menghormati ulama adalah tidak berbicara bersama mereka dalam masalah-masalah yang langka. Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa Salam melarang dari ghuluthot. Al-Auza’i berkata: al-Ghuluthot adalah masalah-masalah yang berat dan susah (HR. Ahmad 5/435). Dan disebutkan dalam hadits yang shahih:

“Janganlah engkau menuntut ilmu (bertujuan, berniat) untuk mengalahkan para ulama atau membantah orang-orang bodoh dan jangan pula untuk berani di majelis. Maka barangsiapa yang melakukan hal itu maka api neraka, api neraka.” [Shahih al-Jami', hadits no 7370 (Shahih)]

Maka hendaklah merasa takut orang-orang yang bertanya hanya untuk membantah atau untuk menguji, bukan untuk belajar. Maka sesungguhnya sifat umat Muhammad shollallohu ‘alaihi wa Salam adalah menghormati dan membesarkan ilmu dan pemiliknya.

“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang tua dan tidak menyayangi yang muda dari kami serta tidak mengenal hak orang ‘alim dari kami.” [Shahih al-Jami', hadits no. 5443 (hasan)]

Sebagaimana wajib menghormati orang alim, penuntut ilmu juga berhak mendapat penghormatan. Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dalam hadits utusan dari Bani Qais, sesungguhnya Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa Salam menempatkan mereka sebagai tamu kepada kaum Anshar: Maka tatkala di pagi hari, beliau bersabda, ‘Bagaimana kalian melihat penghormatan saudara-saudara kalian dan jamuan mereka terhadap kalian? Mereka menjawab, ‘Sebaik-baik saudara, mereka melembutkan tempat tidur kami dan membuat enak makanan kami, malam dan pagi hari mereka terus-menerus mengajarkan kepada kami Kitabullah (al-Qur`an) dan sunnah nabi kami.’ (Musnad Ahmad 3/432)

Dan yang lebih jelas dari itu, riwayat yang disebutkan dalam hadits Hasan, yang artinya:

‘Akan datang kepada kalian satu kaum yang menuntut ilmu. Maka bila kamu melihat mereka maka katakanlah kepada mereka: Selamat datang dengan wasiat/pesan Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa Salam, dan berikanlah fatwa kepada mereka.’ [Shahih al-Jami', hadits no. 3651 (hasan)]

Maka hendaklah para ulama memberi pesan kebaikan kepada para santrinya, sesungguhnya hal itu menambah penghormatan dan penghargaan para murid (santri) kepada para guru dan pendidik mereka.

Menghormati orang-orang shalih dari generasi terdahulu

Dan sesungguhnya yang sangat penting untuk diingat adalah menghormati orang-orang shalih dari generasi terdahulu. Maka di antara wasiat Umar rodhiyallohu ‘anhu sebelum wafatnya: ‘Saya berpesan kepada khalifah sesudahku agar berbuat baik kepada kaum Muhajirin generasi pertama, agar ia mengetahui hak mereka dan menjaga kehormatan mereka, dan aku berpesan agar berbuat baik kepada kalangan Anshar –orang orang yang telah menyiapkan rumah dan iman- agar menerima kebaikan mereka dan memaafkan kesalahan mereka.’ [HR.Bukhari, Kitab Jana`iz, bab 96, hadits no. 1392 (al-Fath 3/256)]. Maka mari kita maafkan kesalahan orang-orang yang telah mendahului kita di medan dakwah dan jihad, serta menjaga posisi mereka serta tidak melupakan keutamaan mereka.

Anas rodhiyallohu ‘anhu meriwayatkan, sesungguhnya Jarir bin Abdullah rodhiyallohu ‘anhu melayaninya –padahal usianya lebih tua darinya- karena Jarir rodhiyallohu ‘anhu ini tidak pernah melupakan penghormatan kaum Anshar kepada Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa Salam, ia berkata, yang artinya: ‘Aku tidak menemukan seorangpun dari kalangan Anshar kecuali aku memuliakannya.” [HR. Bukhari, kitab Jihad, bab 71, hadits no. 2888 (al-Fath 6/82).].

Dan Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan sesungguhnya Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa Salam bersabda di dalam khutbah, yang artinya:

“Sesungguhnya kaum Anshar adalah orang khusus bagiku yang aku kembali kepadanya, maka muliakanlah yang mulia dari mereka dan maafkanlah yang bersalah dari mereka.” [Musnad Ahmad 3/500]

Dan ketika generasi penerus dari umat ini terdidik untuk memuliakan generasi terdahulu dalam kebaikan dan lebih dahulu dalam melayani Islam, maka saat itu meratalah kebaikan di antara beberapa generasi.

Hendaknya para pemuda atau awwam, memuliakan orang yang lebih tua dan yang lebih ‘alim daripadanya dengan tidak mendahuluinya

Di antara gambaran penghormatan yang terpuji adalah yang muda memuliakan yang lebih tua usianya, atau lebih banyak keutamaannya dari padanya. Maka ada baiknya kita mengambil pelajaran kepada hadits berikut, yang artinya:

“…Kemudian beliau (Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa Salam) bertanya: Bulan apakah sekarang? Kami menjawab: Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Sejenak beliau terdiam sehingga kami mengira beliau akan menyebutnya dengan nama lain. Beliau berkata: Bukankah sekarang bulan Zulhijjah? Kami menjawab: Benar.” (HR. Muslim No.3179)

Begitupun dalam hadits berikut, yang artinya:

“Dulu kami pernah duduk di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bertanya pada kami, ‘Beritahukan kepadaku tentang sebatang pohon yang menyerupai atau seperti seorang muslim, tidak pernah gugur daunnya, tidak demikian dan demikian, selalu berbuah sepanjang waktu.’

Waktu itu terbetik dalam benakku bahwa pohon itu adalah pohon kurma, tapi kulihat Abu Bakr dan ‘Umar tidak menjawab apa pun sehingga aku pun merasa segan untuk menjawabnya. Tatkala para sahabat tidak juga mengatakan apa pun (dalam riwayat lain, para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah beri tahukanlah kami pohon apa itu?”) , Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Itu pohon kurma.”

Ketika kami bubar, kukatakan kepada (ayahku) ‘Umar, “Wahai Ayah, sebetulnya tadi terlintas di benakku bahwa itu pohon kurma.”“Lalu apa yang membuatmu tidak menjawab?” tanya ayahku. “Aku melihat anda semua tidak berbicara, hingga aku merasa segan pula untuk menjawab atau mengatakan sesuatu,” jawab Ibnu ‘Umar. ‘Umar pun berkata, “Sungguh, kalau tadi engkau menjawab, itu lebih kusukai daripada aku memiliki ini dan itu!” (HR. Al-Bukhari no. 4698)

Lihatlah ya ikhwani wa akhwati fillah, adab dari seorang penuntut ilmu terhadap ulama yang lebih tinggi ilmunya. Lihat bagaimana para shahabat yang bahkan nama bulan yang telah pasti diketahui jawabannya, mereka segan dan tidak menjawab pertanyaan tersebut, melainkan tetap memberikan kesempatan terhadap rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam untuk menjawab pertanyaannya.

Lalu, Berapa banyak dari kita yang begitu semangatnya dalam menuntut ilmu, malah mendahului dan terlebih lagi, berusaha mengalahkan yang lebih banyak ilmunya dari kita agar kita dipandang lebih berilmu. wallahul musta’an.

Disebutkan dalam hadits yang hasan, bahwa rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya:

“Apabila datang kepadamu yang mulia dari suatu kaum maka muliakanlah dia.” [Shahih Sunan Ibnu Majah 2/303, hadits no. 2991 (hasan)]

Berbuat baik terhadap orang yang pernah berbuat baik terhadap kita

Di antara kemuliaan orang yang beriman adalah menghormati orang yang telah berbuat baik kepadanya, sesungguhnya Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa Salam tidak melupakan jasa sebagian kaum musyrik yang punya peran dalam melindungi diri dan dakwahnya shollallohu ‘alaihi wa Salam. Bahkan, bangsa arab di masa jahiliyah mempunyai budi pekerti yang terpuji, yaitu menghormati orang yang berbuat baik kepada mereka.

Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki dari kaum musyrik yang bernama Urwah bin Mas’ud, tatkala Abu Bakar rodhiyallohu ‘anhu bersikap kasar kepadanya dalam perdamaian Hudaibiyah, ia tidak menjawab sedikitpun, karena Abu Bakar rodhiyallohu ‘anhu pernah berbuat baik kepadanya yang belum sempat dibalasnya. Karena itulah ia berkata: ‘Demi (Allah) yang diriku berada di tangan-Nya, kalau bukan karena jasamu terhadapku yang belum sempat kubalas niscaya aku menjawab ucapanmu.’ (Musnad Ahmad 4/324)

Dan di dalam hadits yang shahih:

“Barang siapa yang berbuat baik kepadamu maka balaslah.” [HR Ibnu Majah no 1468/1672 dalam sunannya 1/314]

Dan sekurang-kurang balasan yang mesti kamu berikan kepada yang berbuat baik kepadamu adalah menghormatinya.

Menghormati dan menghargai dengan sepantasnya

Setiap mukmin pastas mendapat penghormatan maka dia tidak boleh disuruh berdiri untuk menempatkan orang lain, wajib menjamunya, disyari’atkan musyawarah dengannya, menghadapinya dengan muka manis, dan memasukkan rasa senang di hatinya. Pada dasarnya manusia senang dihormati dan dimuliakan serta meminta kepada Rabb-nya agar memuliakannya. Disebutkan dalam doa Nabi shollallohu ‘alaihi wa Salam:

“Ya Allah, tambahlah kepada kami dan jangan Engkau kurangi, muliakanlah kami dan jangan Engkau hinakan, berikanlah kepada kami dan jangan Engkau tahan, dan utamakanlah kami dan jangan engkau sisihkan…” (Musnad Ahmad 1/34)

Tidak menghinakan saudara sesama muslim

Ketahuilah, sangat merugi suatu umat yang tidak bisa saling menghormati dan menghargai:

“Cukuplah seseorang menjadi jahat bahwa ia menghinakan saudaranya sesama muslim.” (HR. Muslim no. 2564 dan Ahmad 3/491 dan ini adalah lafazhnya).

Dan dalam pendirian Abu Sufyan rodhiyallohu ‘anhu di masa jahiliyahnya menjadi pelajaran bagi orang-orang yang jahil dan bagi mayoritas kaum muslimin dalam menghormati jiwa. Yaitu saat dia enggan memberikan kesaksian palsu di hadapan kaisar Hiraqlius dan rombongan yang menyertainya pada hak Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa Salam. Dalam riwayat Ibnu Ishaq, ia menyebutkan alasan tersebut, ia berkata, ‘Demi Allah, jika aku berdusta niscaya mereka tidak menyanggah, akan tetapi saya adalah seorang pemuka yang enggan berdusta, dan aku mengetahui bahwa paling tidak –jika aku berdusta- mereka akan mengingat hal itu tentang diriku kemudian mereka membicarakannya, maka aku tidak berdusta.’ (Fathul Bari 1/35)

Dari pelajaran yang kita dapatkan diatas, maka ana mengajak diri ana serta pembaca yang membaca artikel ini untuk saling menghormati dan menghargai satu dengan lainnya, yang muda memuliakan yang tua dengan tidak mendahuluinya serta bersikap santun terhadapnya, sedangkan yang tua mencintai, menghormati dan menghargai yang lebih muda, dengan tidak merendahkan ilmu mereka yang mungkin melebihi ilmunya. Serta tetap menjalin hubungan baik diatara sesama, dengan tetap menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar dengan mengetahui posisi dan kedudukan masing-masing.

Wallahu a’lam bish showwab

Semoga shalawat dan salam senantiasa Allah limpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabatnya radiyallahu anhum ajmain dan orang-orang yang mengikuti beliau hingga akhir zaman.

Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran itu sebagai kebenaran dan berilah kami kekuatan untuk mengikutinya, serta tunjukkanlah kepada kami kebatilan itu sebagai sebuah kebatilan, dan berilah kami kekuatan untuk menjauhinya.

Maha Suci Engkau Ya Allah, dan dengan memuji-Mu, saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Engkau, saya memohon ampun dan aku bertaubat kepada-Mu.

Melbourne, 05 Jumadil Akhir 1430 H
Yang senantiasa mengharapkan ampunan, rahmat dan ridho-Nya,
Abul Fudhail Dzulkifli bin Iwan Al-Ghorontaliy

Mana yang lebih baik? Jus atau Buah Asli ?




Bagaimana cara membedakan kandungan nutrisi diantara jus buah dan buah asli, dan manakah yang lebih baik?

Anda sering mendengar bahwa jus buah merupakan cara terbaik untuk hidup sehat, anda mendapat banyak vitamin dan manfaat dari jus buah, tetapi apakah benar begitu? kenyataannya mengkonsumsi buah utuh merupakan cara yang lebih sehat daripada konsumsi jus buah.

Apa yang hilang di dalam jus buah?

Jus buah seringkali kekurangan 2 hal penting, yaitu serat dan kulitnya, selain itu jus buah juga seringkali tidak berisi 100% jus buah asli,tetapi dengan tambahan air dan gula untuk membuat rasanya semakin enak, penambahan inilah yang kurang menguntungkan.

Manfaat dari kulit

Kulit buah yang dapat dimakan seperti kulit apel, bluberi, aprikot, anggur, plum, kismis, rasberi dan strawberi merupakan unsur penting. kulit buah berinteraksi dengan matahari dan membentuk berbagai macam warna berbeda yang mengandung berbagai macam nutrisi seperti karotenoid dan flavonoid yang berguna untuk meningkatkan kesehatan kita. kulit buah seperti anggur telah dipelajari karena kemampuannya untuk menurunkan resiko kanker dan membantu melindungi tubuh dari sinar ultraviolet.


sayangnya ketika buah di jus, sebagian besar kulit telah dihilangkan dan manfaat dari kulit tersebut tidak akan kita dapatkan.

Serat

Salah Satu kelebihan dari buah utuh adalah kandungan seratnya yang tinggi, buah pada dasarnya mengandung serat yang tinggi.ketika buah tersebut di jus, serat akan hancur dan bahkan akan hilang sama sekali di dalam berbagai macam jus yang dijual di tempat umum.

Apakah Jus buah itu tidak sehat?

Jus telah mengalami kadar pengurangan serat dan berbagai nutrisi penting dan seringkali menjadi sumber gula yang tidak memiliki banyak nutrisi yang dapat meningkatkan berat badan.
Jus buah juga dapat meningkatkan kadar gula darah jauh lebih cepat daripada buah utuh.
Oleh karena itu mengkonsumsi jus buah secara berlebih dapat meningkatkan konsumsi kalori harian anda secara signifikan.

Buah utuh memang lebih disarankan daripada jus buah, tetapi kalau Anda ingin mengkonsumsi dengan alasan praktis, boleh saja konsumsi, tetapi ikut sertakan kulit dari jus tersebut sewaktu dikonsumsi dan jangan tambahkan gula untuk mengurangi kalori yang masuk ke dalam tubuh kita.

George Hendra Santoso, SE., CSN

Bumbu Dapur Untuk Flu Dan Pilek oleh Teguh Vedder



Bumbu Dapur Untuk Flu Dan Pilek


oleh Teguh Vedder , Agustus 24, 2007

Bumbu dapur ternyata bisa digunakan untuk memperpendek symptom flu dan pilek.Selain itu mudah didapatkan, harganya juga lebih murah dibanding obat keluaran pabrik.

Bawang putih / Garlic untuk mencegah pilek

Dalam sebuah studi terkini, partisipan yang makan 1 siung bawang putih sehari berkemungkinan lebih kecil 60% ketularan pilek ketika musim pilekdibanding yang tidak makan. Bawang putih kaya dengan senyawa yang membunuh virus
Caranya : Makan 1 siung bawang putih sehari. Caranya bisa dengan dicincang dan ditabur di salad atau roti bakar, minum kapsul bawang putih.

Garlic Bread

Peppermint Untuk Hidung Tersumbat

Peppermint mengurangi inflamasi hidung dan merilekskan jalan napas. Dalam sebuah studi, orang-orang yang menghirup mentol, unsure di dalam peppermint, merasa sumbatan berkurang secara dramatic disbanding yang tidak menghirup mentol.
Caranya : Minum teh peppermint dan hirup uapnya. Atau beri beberapa tetes minyak peppermint pada bantal.

Peppermint
Peppermint Oil

Peppermint Tea

Kayumanis / Cinnamon Untuk Hidung Meler

Bumbu dapur ini adalah astringent yang membantu mengeringkan mucus yang berlebihan di dalam paru dan saluran hidung. Selain itu, juga meningkatkan sirkulasi yang membuat tangan dan kaki terasa hangat.

Caranya : Taburkan bubuk kayu manis pada roti bakar atau masukkan kayumanis saat menyeduh teh.
Cinnamon Bread
Cinnamon Tea

Jahe / Ginger Untuk Mengatasi Pilek Dan Dingin

Jahe mengandung beberapa senyawa antivirus yang secara khusus memerangi rhinovirus, jenis virus yang paling umum. Jahe juga membantu menstimulir sirkulasisehingga membantu mengurangi rasa dingin.

Caranya : Coba minum teh jahe. Atau buat sendiri dengan menyeduh beberapa irisan jahe segar dalam air panas.
Ginger Bread
Ginger tea

Semburan Gas-Lumpur di Serang

Semburan Gas-Lumpur di Serang

Sumber : Dongen geologi
Sumber Gambar Okezone

Sumber Gambar Okezone

Barangkali ada yang mendengar ada berita semburan lumpur dengan gas di Serang, Banten. Memang tidak terlalu merisaukan dibanding Lusi, tetapi kita perlu tahu apa yang terjadi, kan ?


Dibawah ini uraian Pak Andang Bachtiar (mantan ketua IAGI) yang memberikan uraiannya lewat mailing list kepada kawan-kawan Geologi.

Begini kata Pak Andang … Mudah-mudahan ada manfaatnya bagi yang membaca. Saya coba tampilkan 3 gambar yang menjelaskan apa yang kemungkinan terjadi dengan pemboran air di Walikukun, Carenang, Serang Banten yg akhirnya hari Sabtu yg lalu mengeluarkan gas dan lumpur sampai sekarang (lihat berita terlampir).

Serang_1_fbLokasi Kampung Astana Anyar tersebut di peta geologi terletak di daerah dataran alluvial Sungai Ciujung – Cidurian, yaitu sungai2 Holocene yang mengalir selatan utara dr daerah tinggian gunung api Jawa Barat ke arah pantai utara Jawa. Selain itu dari setting tektoniknya, dia juga berada di daerah Tinggian Tangerang yang di beberapa literatur juga disebut menerus dengan Platform Seribu di utaranya. Di bagian timurnya kita dapati Ciputat Low dan di Selatannya kita dapati Rangkas Low. Sungai Ciujung sendiri kemungkinan dikontrol oleh pola bidang lemah kelurusan patahan utara-selatan yang menjadi ciri khas pola cekungan di daerah tersebut.

Sumur2 yang pernah dibor di sekitar daerah ini adalah Cileles-1, Rangkasbitung-1, dan Tangerang-1 di selatan dan tenggara daerah “rembesan” gas-lumpur Serang ini. Cileles punya oil/gas show, sementara Rangkasbitung-1 dan Tangerang-1 laporannya dry hole saja. Tangerang-1 (dan Rangkasbitung-1 juga) dibor di daerah yang dianggap tinggian, walaupun delineasinya masih masuk di dalam bagian tepi dari cekungan NWJava Basin. Di sebelah barat dari lokasi Gas-Mudflow Serang juga didapatkan data rembesan minyak dari data Belanda (didaptkan waktu survey permukaan Pertamina-Repsol tahun 90-an). Meskipun di daerah tinggian, besar kemungkinan rembesan2 minyak (seperti yang dilaporkan oleh Belanda tersebut) juga menggejala di sekitar daerah Tangerang High- Seribu Platform ini. Artinya, komponen petroleum system: SR, maturity, migrasi ===> semuanya sudah terpenuhi. Tinggal dicari reservoir, seal dan trapping nya yang suitable, apakah ada di daerah tersebut?

Serang_2_fb

Pemboran air yang akhirnya mengeluarkan gas dan lumpur di Serang ini nampaknya kemungkinan bisa berasal dari dua sumber: 1) dari lapisan alluvial Ciujung Holocene yang kemungkinan merupakan gas rawa biogenic yang diakibatkan oleh proses fermentasi suhu rendah tapi kaya organik dan kondisi reduksi,.. dan kemungkinan no 2) dari lapisan Parigi Limestone yang mengandung isi BIOGENIC GAS seperti yang didapatkan di lapangan2 BP di offshore. Di daerah tinggian Tanggerang – Seribu Platform ini begitu anda mengebor permukaannya maka dibawah alluvial akan anda temukan lempung tebal Formasi Cisubuh yang merupakan batuan penutup yang ideal. Masalahnya adalah: seberapa tebal alluvial recent-nya? Apakah 30-40 meter sudah habis alluvial Ciujungnya, kemudian langsung masuk ke lempung Cisubuh s/d 70 meter kemudian di 70 meter menembus Gamping Parigi yang berisi Gas Biogenic? Kalau memang begitu kasusnya maka gas yang sekarang keluar akan terus menerus keluar karena resourcesnya akan jauh lebih besar dari sekedar gas rawa endapan alluvial biasa yang dalam 1-2 minggupun kemungkinan akan depleted. Apalagi kemungkinan adanya tekanan yang direpresentasikan dengan tingginya semburan s/d 15 meter kemudian terjadi intermittent variation dari tinggi semburan, kesemuanya mengindikasikan adanya sistim tekanan yang kemungkinan lebih besar daripada sekedar tekanan fasa gas di sistim terbuka gas rawa alluvial,… itu lebih mengindikasikan sisstim tekanan tertutup dari reservoir Parigi.

Serang_3_fb

Dua-dua alternatif interpretasi sama-sama mengindikasikan biogenic gas, bedanya adalah: kalau berasal dari alluvial, maka sistem tekanannya akan ringan (terbuka, cepat habis),…sementara kalau berasal dari Parigi, maka sistim tekanannya tinggi, tertutup dan akan long-lasting. Bisa jadi lubang akan bertambah besar untuk mengkompensasi sistim tekanan yang besar tersebut.

Apakah kasus bawah permukaannya sama dengan Lumpur Sidoardjo? Less likely. Kalau di luSi, kita berhadapan dengan mud-diapir,… ada lapisan lempung/lumpur tekanan tinggi Kalibeng Atas yang terus menerus aktif mengeluarkan lumpur ke permukaan. Sementara itu di Serang sini, tidak pernah tercatat analogi Cisubuh sebagai overpressure shale yang significant apalagi mud-diapir. Jadi,.. kemungkinan lumpur yang keluar merupakan hasil penggerusan dari lempung Cisubuh oleh gas dan air yang berasal dari Parigi Formation. Skenario hipotesis ini semua masih perlu dibuktikan dengan analisis lumpur (umur, kematangan, komposisi dsb), analisis air (asin tidaknya, dsb), dan tentunya analisis gas dan batuan lain yg keluar dr semburan (kalau2 memang ada bongkah gamping di dalamnya kemungkinan Parigi terlibat).

Apapun penyebabnya, semburan tersebut harus ditutup untuk menyelmatkan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Memang masih belum terbayang efeknya akan sebesar daerah Banjar Panji, akrena tipenya juga berbeda dan kedalamannya berbeda, tetapi bukan berarti kita bisa santai2 saja. TUTUP segera!!! Tentunya dengan menggunakan metodologi dan peralatan yang sesuai kaedah2 keteknikan di Oil&Gas. Pertamina punya operasi di daerah Bekasi. CNOOC dan BP juga punya daerah operasi berdekatan di offshore daerah tersebut. Mudah2an lewat BPMigas – ESDM Pusat dan ESDM Provinsi bisa diusahakan untuk membantu masyarakat disana segera menangani semburan tersebut dengan menutupnya. Mumpung baru 3 hari.

Lebih cepat ditangani lebih baik. Jangan hanya dijadikan komoditi perdebatan politik dan unjuk janji. Yang urusan di Porong saja belum selesai-selesai,…. jangan lagilah di Serang ini dijadikan ajang pertunjukan semata. Kasusnya mungkin ada kemiripan dengan yang di KalSel 2 tahun yg lalu. Yang jelas, dalam hal ini tidak ada E&P Company yang terlibat seperti di Lengowangi (Petrochina), SumSel (Pertamina) == yang keduanya berhasil dijinakkan, dan di Porong (Lapindo) == yang masih berlangsung ….. Dan yang jelas, gak mungkinlah selesai hanya dengan ngejar2 kumpeni yang ngebor air untuk bertanggung-jawab. Semua pihak yang concern harus terlibat.

Semburan Lumpur Serang Reaksi Magma Statis


Semburan Lumpur Serang Reaksi Magma Statis

MI/REINHARD

BANDUNG--MI: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memprediksi semburan lumpur yang terjadi di Desa Walikukun, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang merupakan reaksi magma statis dari gunung api tipe B di kawasan itu.

"Semburan lumpur di Carenang sama dengan semburan tahun 2007 lalu di kawasan Walantaka dan Pontang. PVMBG sudah melakukan penelitian pada 2007 lalu, kemungkinan ada reaksi magma statis di sana. Semburan itu akan reda senirinya," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung, Dr Surono di Bandung, Senin (22/6).

Menurut Surono, pihak PVMBG telah melakukan penelitian semburan lumpur serupa pada 2009 di Walantaka, Pontang dan Cikeusal Kabupaten Serang. Kebetulan kawasan Carenang atau lokasi semburan lumpur kali ini berada di kawasan Walantaka dan Pontang.

Kawasan itu, kata Surono terdapat Gunung Karang yang merupakan gunung api tipe B yang sudah tidak beraktivitas sejak tahun 1600 Masehi. Sehingga kemungkinan menimbulkan magma statis di permukaan yang cukup dangkal antara 150 meter hingga 200 meter dari permukaan.

Ia menyebutkan, di titik lokasi semburan itu mungkin gas CO, Co2, H2S, SO2 dan gas metan-nya kuat, namun setelah berbaur di udara terbuka gas itu hilang. "Adanya gas itu mungkin juga dari endapan rawa di kawasan itu, namun di luar titik semburan itu tidak berbahaya," kata Surono.

Menurut Surono, PVMBG telah melakukan penelitian semburan lumpur di kawasan Serang itu pada 2007. Seharusnya masyarakat dan Pemda bisa langsung menerangkan dan membuka file hasil penelitian PVMBG pada 2007 lalu.

"Saya kira tak akan jauh beda penyebabnya, semburan itu akan mati sendiri. Beda dengan di Sidoarjo, tidak akan seperti di sana dan semburan itu akan berhenti seperti dua tahun lalu," kata Surono.

Ia meminta masyarakat di Carenang tidak kuatir dengan semburan lumpur itu. Namun PVMBG merekomendasikan agar pengeboran di kawasan itu tidak dilakukan dengan terlalu dalam.

"Kasusnya sama persis seperti 2007, dari pengeboran air. Seharusnya warga berkaca dari pengalaman itu untuk tidak melakukan pengeboran terlalu dalam. Inipun saya yakin pengeborannya terlalu dalam," kata Surono.

Meski PVMBG meyakini fenomena semburan lumpur itu akan berhenti sendiri, badan itu tetap akan mengirim tim ahlinya ke lokasi semburan dipimpin langsung oleh Kepala PVMBG, Surono.

"PVMBG akan mengirimkan tim ke sana, masyarakat jangan cemas dan panik," kata Kepala Pusat PVMBG itu menambahkan. (Ant/OL-06)

Senin, 22 Juni 2009

KESALAHAN-KESALAHAN YANG BANYAK DILAKUKAN KAUM WANITA


Dalam beberapa hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah memberikan peringatan khususnya kepada kaum wanita bahwa sebagian besar penghuni neraka adalah wanita.

A. Muqaddimah

Dalam beberapa hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah memberikan peringatan khususnya kepada kaum wanita bahwa sebagian besar penghuni neraka adalah wanita. Salah satunya adalah hadits dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘Anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwasanya beliau bersabda: “Wahai kaum perempuan, bersedekahlah kalian, perbanyaklah memohon ampunan, sesungguhnya aku melihat sebagian besar kalian penghuni neraka.” Seorang perempuan di antara mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, mengapa sebagian besar kami penghuni neraka?” Beliau menjawab: “Sebab kalian banyak melaknat dan kufur terhadap suami. Aku tidak melihat orang yang lemah akal dan agamnya di antara kalian lebih banyak daripada yang memiliki hati nurani.” Dia bertanya lagi: “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan lemah akal dan agamanya itu?” Beliau menjawab: “Yang dimaksud dengan lemah akal adalah kesaksian dua orang perempuan sama dengan kesaksian seorang laki-laki. Dan tidur pada malam hari tanpa melaksanakan shalat, tidak puasa pada bulan Ramadhan, inilah yang dimaksud dengan lemah agamanya.” (Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Muslim dalam “Kitabul-iman)

Imam Al Qurthubi berpendapat penyebab sedikitnya perempuan yang menghuni surga ada beberapa hal yaitu:

- Mereka terpedaya oleh hawa nafsu dan terlalu mencintai perhiasan dunia.
- Sulit tersentuh dengan akhirat karena lemah akal, sehingga suka lalai
- Wanita merupakan faktor pertama dan utama penyebab laki-laki berpaling dari urusan akhirat, karena pesona dan daya tarik mereka yang mampu membangkitkan nafsu laki-laki.
- Sebagian besar mereka berpaling dari akhirat, cepat terpedaya dan sulit menanggapi orang yang menyeru mereka kepada akhirat.

Ibnu Arabi Al Maliki berpendapat bahwa yang menyebabkan perempuan menjadi penghuni neraka yang paling besar adalah:

- Akal mereka yang lemah
- Hawa nafsu yang besar
- Banyak bergunjing dan mengumpat
- Lemah dalam menjaga batasan-batasan syariat

B. Kesalahan-kesalahan yang banyak dilakukan kaum wanita

Jika kita melihat sekeliling kita, maka akan terlihat beberapa kesalahan yang banyak dilakukan oleh kaum wanita khususnya yang muslimah, antara lain:

1. Memamerkan diri (Tabarruj yang dilarang)
Yang dimaksud dengan memamerkan diri (tabarruj) yang dilarang di sini adalah menampakkan sesuatu yang sepatutnya ditutupi. Menurut Miqati bin Hayyam, termasuk kategori memamerkan diri atau tabarruj adalah melepas petutup kepala atau kerudung dari kepalanya sehingga terlihat kalung, anting-anting dan lehernya.
Padahal Allah ‘Azza wa Jalla telah memerintahkan kepada perempuan agar menahan pandangan mereka dan tidak menampakkan perhiasan yang mereka pakai, kecuali di hadapan mahram-mahram mereka.
“Katakanlah kepada perempuan yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutup kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak darinya, ... (QS Annur : 31)
Menurut ayat ini, seorang muslimah tidak boleh menampakkan perhiasannya kecuali perhiasan yang memang tidak mungkin untuk disembunyikan, seperti selendang, tutup kepala atau pakaian luar dari seorang wanita. Akan tetapi selain dari itu, maka ia wajib untuk ditutupi. Ayat ini juga membolehkan wanita untuk menampakkan perhiasannya kepada mahram mereka. Ini berarti bahwa apa yang dilakukan oleh sebagian besar kaum wanita saat ini yang menampakkan perhiasannya kepada yang bukan mahramnya adalah merupakan pelanggaran syariat yang sangat besar yang bisa menyebabkan mereka masuk ke dalam neraka.

Bentuk-bentuk memamerkan diri yang menghancurkan:

- Berpakaian tapi telanjang dan kepala-kepalanya seperti punuk unta. Hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam : Dua jenis penghuni neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya yaitu: sebuah kaum memegang cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli manusia dengan cambuk-cambuk tersebut, dan perempuan yang mengenakan pakaian tetapi seperti telanjang, bersolek diri untuk memperdaya laki-laki, kepala-kepala mereka seperti punuk unta yang sudah miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, sebab sesungguhnya bau surga itu akan tercium dari jarak perjalanan ini dan itu.

- Istri yang memamerkan diri ketika ditinggal pergi oleh suaminya. Hadits dari Fudhalah bin Ubaid Radhiyallahu ‘Anhu: Tiga golongan tidak akan diminta pertanggungjawaban. Seorang laki-laki memisahkan diri dari kelompoknya dan mengkhianati pemimpinnya lalu meninggal dalam keadaa berkhianat, hamba sahaya yang melarikan diri dari tuannya lalu meninggal, dan perempuan yang ditinggalkan oleh suaminya dengan dibekali hartra, kemudian ia pergunakan untuk berdandan dan memamerkan diri. Mereka tidak akan diminta pertanggungjawaban”.

- Menyambung rambut atau minta disambungkan (memakai rambut palsu). Dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, bahwa seorang hamba sahaya dari Anshar menikah dalam keadaan sakit sehingga rambutnya menjadi rontok, maka orang-orang ingin menyambung rambutnya yang rontok itu, lalu mereka menanyakannya kepada Rasulullah. Maka beliau melaknat perempuan yang menyambung rambut atau yang mninta disambungkan (Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Muslim)

- Mentato atau minta ditato. Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melaknat perempuan yang menyambung rambut dan perempuan yang minta disambungkan rambutnya, serta perempuan yang mentato dan minta ditatokan” (Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Muslim dalam “Kitabul-Lisasi Wazzinati.)

- Merubah ciptaan Allah yang ada pada dirinya.
“Allah melaknat perempuan yang mentato atau minta ditatokan, perempuan yang mencukur bulu di wajah, perempuan yang menambal gigi untuk keindahan dan merubah ciptaan Allah….”

2. Tidak menutup aurat (tidak memakai hijab syar’i)
Kesalahan ini termasuk kesalahan yang besar karena selain ia merupakan pelanggaran terhadap syariat Allah dan Rasul-Nya, ia akan menjadi penyebab datangnya musdarat baik bagi wanita itu sendiri maupun bagi orang lain. Seorang wanita yang tidak menutup auratnya ketika keluar dari rumahnya atau ketika berhadapan dengan seorang yang bukan mahramnya, maka akan terangkat atau hilang harkat dan martabatnya. Mengapa demikian? Aurat adalah sesuatu yang aib (malu) untuk diperlihatkan sehingga jika seorang aurat seorang wanita nampak, maka akan nampak pula aibnya, dan ia akan merasa malu karenanya.
Sangat disayangkan, jika kaum wanita saat ini, khususnya muslimah sudah tidak lagi merasa malu untuk membuka auratnya dan menganggap itu sebagai suatu perkara yang lumrah. Akibatnya, nudah ditebak. Berbagai kasus pelecehan terhadap kaum wanita, pornografi, pemerkosaan, perilaku-perilaku yang tidak senonoh, biasanya berasal dari terlihatnya atau tersingkapnya aurat si wanita. Jika saja wanita tersebut menutup auratnya dengan baik, maka apa yang bisa mereka lihat? Jika sudah tidak ada lagi yang bisa mereka lihat, maka bagaimana lagi mereka bisa melakukan tindak pelecehan

3. Tidak berdiam di rumah (lebih senang berkeliaran di luar rumah)
Allah ‘Azza wa jalla berfirman dalam Al Qur’an Surah Al Ahdzab : 33:
وَقَرْنَ فِىبُيُوتِكُنَّ…

“Dan hendaklah kamu tetap di rumah-rumahmu…
Berdasarkan ayat ini, maka sebaik-baik tempat bagi seorang wanita adalah di rumahnya. Ia ibarat markaz bagi seorang wanita, tempat ia melaksanakan semua aktivitas kehidupannya. Rumah adalah medan jihad bagi kaum wanita sama dengan peperangan menjadi medan jihad bagi kaum laki-laki. Akan tetapi meski demikian, wanita masih diperbolehkan untuk keluar dari rumah mereka bila ada keperluan yang dibenarkan menurut syariat, misalnya untuk menuntut ilmu. Itupun dengan syarat:
- Wajib menutup auratnya (mengenakan hijab syar’i)
- Seizin suami atau walinya
- Disertai mahram (jika safar atau keluar rumah malam hari untuk keperluan darurat)
Seorang wanita mukminah sepatutnya menanamkan rasa malu pada dirinya, apabila ia keluar rumah terlalu lama apalagi untuk hal-hal yang semestinya tidak perlu ia lakukan. Apalagi jika itu hanya sekedar untuk jjss (jalan-jalan sore sendiri), refreshing, berkeliaran di mal-mal, tempat-tempat hiburan, dan lain sebagainya.
Satu hal yang perlu menjadi peringatan kepada kaum wanita, adalah bahwa ketika seorang wanita keluar dari rumahnya, maka setan akan menjadikannya indah dalam pandangan manusia, sehingga ia rentan terhadap berbagai godaan dan fitnah. Intinya, jika memang tidak ada suatu keperluan yang memang betul-betul penting, maka hendaklah para wanita tetap tinggal di rumah-rumahnya, agar terjaga diri dan kehormatannya, dan terjaga pula masyarakatnya dari kemungkinan perilaku amoral dan asusila.

4. Lebih senang melakukan perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan maksiat dan sia-sia.
Jika ada yang bertanya, apa yang suka dilakukan kaum wanita selain mengurus rumah tangganya? Maka biasanya orang akan menjawab: “Ngerumpi”. Ngerumpi ini sudah menjadi trend mark-nya wanita. Dan sudah menjadi rahasia umum jika yang dibicarakan itu adalah isu-isu dan gosip-gosip seputar masalah rumah tangga, perselingkuhan, dan kabar-kabar angin yang belum tentu jelas ujung pangkalnya.
Dalam realitas yang lain, kebanyakan yang terlibat dalam tindak pelacuran, ajang pamer-pamer body (fotomodel, fashion, kontes kecantikan, pagelaran musik dan tari, dan lain-lain) adalah kaum wanita. Tanpa sadar, kaum wanita telah dengan suka rela dijadikan sebagai komoditas. Layaknya barang, wanita sudah tidak lagi dinilai dari Who am I (siapa saya?) tetapi What am I (apa saya?). Wanita ibarat dagangan bernyawa yang dapat ditakar dengan lembaran rupiah. Yang lebih parah lagi, sudah menjadi suatu aksioma terutama di kalangan bisnis, adalah bahwa jika ingin mencapai suatu angka transaksi maksimal, memuluskan jalan meraih tender trilyunan rupiah, maka wanitalah yang menjadi senjata utamanya. Mulai dari yang menjadi SPG (Sales Promotion Girl), Marketing Manager, hingga Negosiator, wanitalah yang menjadi ujung tombaknya. Dan kaum wanita – karena lemah akalnya – merasakan semua itu sebagai momen yang tepat untuk meraih keuntungan ekonomi dengan dalih aktualisasi diri, pemberdayaan potensi, dan sebagainya tanpa mereka sadari bahwa merekalah yang sesungguhnya diperdaya oleh orang-orang yang memiliki tendensi buruk.

5. Durhaka kepada suami
Durhaka kepada suami adalah menolak untuk melakukan apa yang diminta oleh suami. Adalah kewajiban istri untuk melaksanakan perintah suaminya selama itu adalah dalam rangka ketaatan kepada Allah ‘Azza wa jalla. Begitu besarnya kewajiban istri untuk mengikui suami sehingga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah menyampaikan bahwa jika sekiranya beliau diperbolehkan memerintahkan seorang manusia untuk bersujud kepada manusia yang lain, maka beliau akan memerintahkan para istri untuk sujud kepada suami-suami mereka. Yang terjadi di masyarakat kita adalah adanya kecenderungan para istri untuk membangkang terhadap suami mereka, termasuk dalam hal ini adalah kelalaian mereka dalam menjalankan tugasnya sebagai istri dan sebagai ibu rumah tangga. Mereka lebih senang sibuk dalam aktivitas di luar rumah, mengejar karir di luar rumah dan melupakan urusan rumah tangganya, menganggap pekerjaan melayani suami sebagai pekerjaan yang merendahkan martabatnya, menyerahkan urusan merawat anak kepada pembantu atau baby sitter, sibuk dalam berbagai perkumpulan arisan atau klub-klub wanita, dan sebagainya. Tidaklah heran jika kemudian keluarga-keluarga yang terbentuk adalah keluarga yang jauh dari kriteria baiti jannati, rumah yang betul-betul menjadi the real home bagi para anggota keluarga. Yang terjadi adalah para suami yang karena tidak mendapati istrinya di rumah, kemudian ‘jajanan’ di luar, anak-anak yang mencari perlindungan dengan mencoba narkoba, pergaulan bebas, dan lain sebagainya. Benarlah perkataan bahwa wanita itu adalah tiang negara. Jika tiangnya bagus, maka insya Allah negaranya juga baik, sebaliknya jika tiangnya jelek, maka akan binasa jugalah suatu negara.

6. Lalai dalam melakukan perintah agama.

C.Kesimpulan
Dari beberapa pemaparan di atas, dapat kita lihat bahwa semua kesalahan tersebut bermula dari kurangnya pemahaman sebagian besar kaum wanita (muslimah) terhadap syariat Islam. Dan ini disebabkan karena kurangnya ilmu mereka tentang syariat ini. Kurangya ilmu menyebabkan sebagian besar muslimah beranggapan bahwa syariat ini terlalu mendiskreditkan wanita. Mereka berpendapatn bahwa Islam hanya menempatkan wanita dalam posisi yang lemah. Padahal sesungguhnya, jika mereka memahami Islam dengan baik, maka mereka akan mengetahui bahwa hanya Islam-lah yang mampu menempatkan wanita pada posisi yang paling proporsional karena sesuai dengan fitrah dan kemampuan yang ada pada diri wanita itu sendiri.
Sebagai anjuran kepada kaum mukminat untuk kembali kepada Islam, karena hanya itulah satu-satunya yang bisa mengantarkan seorang wanita untuk selamat di dunia dan terlebih lagi ia insya Allah tidak termasuk dalam golongan wanita penghuni neraka, wal iyadhubillah. Semoga Allah memberikan hidayah dan pertolongan kepada kita semua. Wallahu A’lam.
Maraji’:
Ashaabu Halaaki wa Najaati An-Nisaa’ (Kehancuran dan Keselamatan Wanita), oleh Khalid Ramadhan Hasan

Minggu, 21 Juni 2009

Beramal Dengan Ilmu: Ringkasan Sifat Solat Nabi





Sholat merupakan satu perkara penting dalam kehidupan umat Islam, Akan tetapi tidak semua umat Islam beramal dengan ilmu, tidak keterlaluan jika kita katakan mayoritas umat Islam di Indonesia masih mempraktikkan Islam dengan kaedah ikut-ikutan nenek moyang.

Ada yang meremehkan persoalan bab sholat ini , ada yang berprinsip yang penting sholat. Itulah Pentingnya Ilmu sehingga kita dapat beribadah sesuai Ilmunya dari Allah Ta'ala lewat Rasullullah SAW
Dibawah ini adalah salah satu contoh
Sifat Sholat Nabi produksi al-Markaz yang bisa dilihat di youtube.

"Sholatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku sholat" (Bukhari dan Muslim)

BerWudhu'
"Tidak diterima sholat seseorang tanpa bersuci" (Muslim)
1)Membaca Basmallah (Abu Daud, Ibn Majah)
2)Mencuci dua telapak tangan 3X (Bukhari dan Muslim)
3)Berkumur2 dan memasukkan air ke dalam hidung sebanyak 3X kemudian mengeluarkannya.(Bukhari dan Muslim)
4)Mencuci Wajah 3X (Bukhari dan Muslim)
5)Mencuci tangan kanan sampai siku 3X kemudian tangan kiri sampai siku 3X (Bukhari dan Muslim)
6)Mengusap kepala dan mengusap telinga 1 kali (Bukhari dan Muslim)
7)Mencuci kaki kanan sampai mata kaki 3X kemudian kaki kiri dsmpai mata kaki 3X (Bukhari dan Muslim)
8)Doa selepas wudhu' (Bukhari dan Muslim)

Pembatal Wudhu'
1)Apa-apa yang keluar dari kemaluan depan dan belakang berupa kotoran atau angin
2)Tidur nyenyak
3)Hilangnya akal kerana mabuk atau sakit
4)Menyentuh kemaluan tanpa penghalang dengan diikuti syahwat
5)Makan daging unta
(Al-Wajiz fi Fiqhi As-Sunnah wa Al-Kitabi Al-'Aziz hal. 36-37)

Tayammum
(Surah Al-Maidah 5:6)
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampaia kesiku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub maka mandilah. Dan Jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air ( kakus ) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik ( suci ), usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

Tatacara Tayammum

1)Meletakan/ menempelkan kedua telapak tangan ke muka bumi (satu kali) (Bukhari dan Muslim)
2)Kemudian Usapkan ke wajah dan Tangan

Pembatal Tayammum
1)Sama dengan pembatal wudhu'
2)Menemukan air atau boleh menggunkan air semula.(Al-Wajiz hal.50)

Persiapan Solat

1)Jika Engkau hendak berdiri untuk sholat maka sempurnakanlah wudhu' kemudian menghadapkanlah ke kiblah lalu bertakbirlah.(Bukhari dan Muslim)
2)Berdiri (Al-Baqarah 238),Diperbolehkan Sholat duduk jika sakit atau kesulitan berdiri (Bukhari,Abu Daud,Ahmad)
3)Pahala orang yang duduk, separuh dari sholat orang yang berdiri (Bukhari, Abu Daud, Ahmad)
4)Diperbolehkan juga sholat sambil duduk di atas perahu (Al-Bazzar, Daruqutni)
5)Jika imam sholat dengan duduk kerana sakit,maka makmum wajib sholat dengan duduk walaupun mereka mampu berdiri (Bukhari dan Muslim)
6)Menghadap Sutrah-Janganlah kalian sholat kecuali menghadap Sutrah (Ibn Khuzaimah dengan hadith semakna terdapat dalam Bukhari dan Muslim)
Sutrah(Pembatas) boleh berupa tiang,dinding,belakang orang,atau apa saja yang mempunyai tinggi (minimum) satu hasta (Al-Masjid fi Al-Islam hal. 78)
7)Niat-Sesungguhnya seluruh amal itu bergantung kepada niatnya (Bukhari dan Muslim)

Gerakan Solat
1)Takbir-Jika engkau ingin sholat maka sempurnakanlah wudhu' kemudian menghadaplah ke kiblat dan bertakbirlah (Bukhari dan Muslim)
-Mengangkat tangan bersamaan ucapan takbir (Bukhari)
-Mengangkat tangan setelah mengucapkan takbir (Bukhari)
-Mengangkat tangan sebelum mengucapkan takbir (Bukhari)
2)Beliau mengangkat kedua tangannya dengan jari-jarinya lurus ke atas (Abu Daud,Ibn Khuzaimah dll)
3)Beliau mengangkat kedua tangannya sejajar dengan bahu (Bukhari)
4)Rasulullah meletakkan tangan kanannya pada lengan tangan kirinya (Bukhari)
dan bersedekap di dada (Abu Daud, Ibn Khuzaimah)
5)Rasulullah meletakkan lengan kanan pada punggung telapak kirinya, pergelangan dan lengan kirinya (Abu Daud, An-Nasai)
6)Rasulullah terkadang menggenggamkan jari-jari tangan kanannya pada hasta kirinya (An-Nasai, Daruqutni)

Khusyu'
1)Sewaktu sholat Rasulullah menundukkan kepala dan memandang ke tempat sujud (Baihaqi, Hakim)
2)Jika diganggu syaitan hendaklah membaca ta'awwudz kemudian meludah ke sebelah kirinya sebanyak 3X (Muslim, Ahmad)
3)Rasulullah pernah membukakan pintu untuk 'Aisyah padahal beliau sedang sholat (Sahih An-Nasai 1151)
4)Apabila seseorang diantara kalian sholat menghadap sutrah kemudian ada orang hendak melanggarnya maka cegahlah semampunya sebanyak 2X,jika orang itu enggan maka bunuhlah dia kerana dia adalah syaitan (Bukhari dan Muslim)
(Bunuh bukan bererti bunuh,ia hanya bermaksud melewati orang sedang sholat merupakan Dosa Besar)
Lebih baik menunggu 40 (tahun) daripada lewat di depan orang yang sedang sholat (Bukhari dan Muslim)

Ruku'
1)Setelah membaca ayat Al-Quran, Rasulullah berhenti sejenak (Abu Daud,Hakim)
lalu beliau ,mengangkat tangan bertakbir dan ruku' (Bukhari dan Muslim)
2)Beliau meletakkan tangan pada lutut (Bukhari)
3)Meluruskan punggungnya (Baihaqi) Sehingga apabila air diletakkan di atas punggung beliau air tersebut tidak akan bergerak (Thabrani)
3)Beliau tidak mendongakkan atau menundukkan kepalanya (Abu Daud, Bukhari) tetapi tengah-tengah antaranya (Muslim)
4)Orang yang tidak menyempurnakan ruku'nya merupakan pencuri yang paling jahat, yaitu pencuri dalam sholat (Ibn Abi Syaibah, Thabrani, Hakim)
5)Sesungguhnya tidak ada sholat bagi orang yang tidak meluruskan punggungnya dalam ruku' dan sujud (Ahmad)
6)Dianjurkan melamakan ruku' (Bukhari dan Muslim) dan dilarang membaca Al-quran sewaktu Ruku' (Muslim)
7)Subhanarab biyal 'Azim , Maha Suci Tuhanku yang Maha Agung 3X (Ahmad, Abu Daud dll)

'Ittidal
1)SamiAllahu liman Hamidah , Allah mendengar orang yang memujiNya (Bukhari dan Muslim)
2)Rabbana wa lakal Hamd , Wahai Rabb kami, dari segala puji adalah milik-Mu (Bukhari dan Muslim)
3)Rasulullah memerintahkan untuk meluruskan punggung, menegakkan kepala, sampai ruas tulang punggung kembali ke tempat semula (Bukhari dan Muslim)
4)Rasulullah bertakbir untuk sujud (Bukhari dan Muslim)
5)Terkadang beliau mengangkat tangan ketika hendak sujud (An-Nasai, Daruqutni dll)

Sujud
1)Rasulullah mendahulukan kedua tangannya pada saat turun menuju sujud (Ibn Khuzaimah, Daruqutni, Hakim)
2)Rasulullah sujud di atas 7 anggota (Bukhari dan Muslim) [kening &hidung, kedua telapak tangan,kedua lutut, jari-jari kaki]
3)Rasulullah terkadang meletakkan tangannya sejajar dengan bahunya (Abu Daud, An-Nasai)
4)Rasulullah terkadang meletakkan tangannya sejajar dengan daun telinganya (Abu Daud, An-Nasai)
5)Rasulullah merapatkan jari-jarinya (Ibn Khuzaimah, Baihaqi) dan menghadapkannya ke arah kiblat (Baihaqi)
6)Beliau merapatkan kedua tumitnya (At-Thahawi, Ibn Khuzaimah) dan menegakkan telapak kakinya (Baihaqi)
7)Beliau mengangkat kedua lengannya dan menjauhkannya dari perutnya sampai kelihatan putih ketiaknya (Bukhari dan Muslim) (untuk sholat sendirian)
8)Disunnahkan untuk memperbanyakkan do'a sewaktu sujud (Muslim)
9)Subhanarabbi yal 'ala, Maha Suci Rabb-ku yang Maha Tinggi 3X atau lebih (Ahmad,Abu Daud dll)

Duduk Antara Dua Sujud

1)Rasulullah menegakkan telapak kaki kanan (Bukhari)
menghadapkan jari-jari kaki ke kiblat (An-Nasai)
2)Rasulullah duduk di atas telapak kakinya (Bukhari)
3)Kadang-kala beliau duduk Iq'a (Muslim) [duduk dengan menegakkan telapak dan kedua tumitnya]
4)Rabbighfirrli Warhamni Wajburrni Warfa'ni Wahdini Wa'afini Warzuqni , Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, lindungilah aku, angkatlah darjatku, tunjukilah aku, sihatkanlah aku, berilah aku rezeki (Abu Daud dll)

Duduk Istirahat (Sebelum bangkit)
1)Seperti duduk di antara dua sujud kemudian bertumpu pada kedua tangan dengan menggenggam jari jemari ke tanah (ya'jim-pen).(An-Nihayah) [seperti menumbuk permukaan lantai untuk menyokong diri daripada naik berdiri]
2)Rasulullah melakukan a'jn dalam sholatnya (Baihaqi, Abu Ishaq Al-Harbi)

*Kesemua gerakan tadi diulang-ulang pada rakaat seterusnya.

Tashahud Awwal
Solat 2 Rakaat
1)Beliau duduk iftirasy pada solat 2 rakaat (An-Nasai) [Posisi duduk iftirasy seperti mana duduk antara dua sujud,duduk di atas telapak kaki kiri dan menegakkan kaki kanan sambil jari kaki kanan menghadap ke kiblat]
2)Demikian juga keadaan duduk untuk tasyahud awal pada solat 3 rakaat atau 4 rakaat (Bukhari, Abu Daud)
3)Beliau meletakkan telapak tangan kanan di atas paha kanan (Muslim) dalam riwayat lain lutut kanan
4)Beliau meletakkan telapak tangan kiri di atas paha kiri (Muslim) dalam riwayat lain lutut kiri
5)Beliau mengacukan telunjuknya ke kiblat (Muslim)
6)Beliau menggerak-gerakkan jari telunjuknya (Abu Daud)
7)Rasulullah mengarahkan pandangan mata ke telunjuk (Muslim)

Cara Rasulullah Mengisyaratkan Jari
1)Ibu jari memegang jari tengah (Muslim)
2)Ibu jari dan jari tengah membentuk bulatan (Abu Daud, An-Nasai ,Ibn Hibban dll)
Nabi bangkit ke rakaat ketiga seraya mengucapkan takbir (Bukhari dan Muslim)
dan beliau mengangkat kedua tangannya (Bukhari, Abu Daud)
Saat bangkit ke rakaat ke empat beliau duduk istirahat kemudian bertumpu dan bertakbir (Bukhari, abu Daud)
Kadang-kala Nabi bangkit ke rakaat ke empat dengan mengangkat kedua tangannya (Abu 'Awanah, An-Nasai)

Tashahud Akhir
1)Rasulullah duduk secara tawarruk yakni punggung telapak kaki kiri menempel ke tanah, ujung kaki kiri dan kaki kanan berada pada satu sisi (Bukhari) dan menjadikan kaki kirinya berada di bawah paha dan betis kaki kanannya (Muslim)
2)Beliau menegakkan telapak kaki kanannya (Muslim)
3)Beliau kadang-kala mendatarkannya (Muslim) [telapak kaki kanannya-pen)
Doa Tahiyyat Awal sama dengan bacaan Doa tahiyyat akhir dengan tambahan beberapa doa yang Rasulullah bacakan.

Memberi Salam
1)Rasulullah membaca doa perlindungan dari 4 hal sebelum salam (Muslim)
2)Sebelum salam dibolehkan untuk membaca do'a yang disukai (Bukhari dan Muslim)
4 Cara Rasulullah Memberi Salam
1)Rasulullah berpaling ke kanan sampai terlihat pipi kanan beliau yang putih (Muslim)
Assalamua'laikum warahmatullahi wabarakatuh (Abu Daud, Ibn Khuzaimah)
kemudian Rasulullah berpaling ke kiri sampai terlihat pipi kiri beliau yang putih (Muslim)
Assalamua'laikum warahmatullah (Muslim)
2)Rasulullah berpaling ke kanan seraya mengucapkan Assalamua'laikum warahmatullah (Muslim)
dan berpaling ke kiri seraya mengucapkan Assalamua'laikum warahmatullah (Muslim)
3)Rasulullah berpaling ke kanan seraya mengucapkan Assalamua'laikum warahmatullah (Ahmad, An-Nasai) dan berpaling ke kiri seraya mengucapkan Assalamua'laikum (Ahmad, An-Nasai)
4)Rasulullah menoleh sedikit ke kanan seraya mengucapkan Assalamua'laikum (Baihaqi, Ibn Khuzaimah dll)

*Tata cara sholat yang diterangkan berlaku (sama) baik untuk lelaki maupun perempuan kerana Rasulullah bersabda "Sholatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku sholat "(Bukhari dan Muslim) tanpa mengkhususkan tatacara yang berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Kesalahan-Kesalahan Dalam Solat
1)Rasulullah melarang menyelak lengan baju dalam sholat (Bukhari dan Muslim)
2)Isbal [menurunkan pakaian melebihi mata kaki/buku lali]
3)Tumit tidak bersentuhan akibat telapak kaki tidak menghadap kiblat
4)Menjauhi sutrah/ terlalu jauh dari sutrah atau lebih lebih tidak menggunakan sutrah.
5)Kesalahan takbir apabila tangan tidak diangkat dengan sempurna atau tidak dihadapkan ke arah kiblat.
6)Bersedekap tidak mengikut sunnah yakni di dada tetapi di selainnya.
7)Pandangan mata melihat ke arah yang tidak sepatutnya.
8)Ruku' yang tidak sempurna apabila punggung tidak lurus atau meletakkan tangan pada betis atau tangan di lutut dirapatkan.
9)Tidak mengangkat tangan ketika turun untuk ruku'
10)Kesalahan waktu sujud-
Jari tidak menghadap ke arah kiblat atau rapatnya perut dengan peha.
Posisi tumit tidak dirapatkan atau tidak sujud dengan 7 anggota.
Atau hanya jari yang bersentuhan dengan tanah tetapi mengangkat telapak tangan.
Lengan dijatuhkan atau ditempelkan ke arah tanah sepert anjing.
Menyelak rambut ketika sujud.Rasulullah melarang menyelak rambut dalam solat (Muslim)
11)Sujud setelah salam tanpa sebab yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi.
12)Tidak Tuma'ninah (Meletakkan tulang pada tempatnya)-Sangat cepat.
13)Tidak menghalangi orang yang melewati sutrah
14)Membuka telapak tangan selepas salam ke kanan dan ke kiri.ini merupakan perbuatan yang dilarang oleh Rasulullah (Muslim)
15)Mengusap muka setelah salam
16)Imam tidak meluruskan shaf terlebih dahulu sebelum memulai sholat.
17)Kesalahan posisi makmum ketika satu orang yang salah yakni mundur sedikit ke belakang daripada imam.
18) Kesalahan posisi makmum ketika dua orang yakni kiri dan kanan belakang imam.
19)Makmum yang masbuk menunggu imam sehingga berdiri.
20)Makmum mendahului,bersamaan,atau terlambat jauh dari gerakan imam.
Bila dilakukan dengan sengaja bisa membatalkan sholat (Taudihu al-Ahkam)
21)Berlari-lari sewaktu mendatangi solat untuk mengejar perbuatan imam yang telah mulai sholat.
"Jika kalian mendatangi sholat,maka berjalanlah dengan tenang,apa-apa yang kamu dapati maka sholatlah,dan apa yang terlewat olehmu maka sempurnakanlah." (Bukhari dan Muslim)

Ini merupakan ringkasan sifat sholat nabi. Tidak saya nafikan ada perbahasan panjang dalam fiqh terhadap masalah di atas yang melibatkan permasalahan status hadis . Cuma saja apa yang perlu para pembaca ketahui ialah setiap poin di atas dibincangkan panjang lebar oleh para imam muktabar. Hanya saja kembali pada para pembaca untuk menilainya sendiri dalam mengamalkannya selama masih berlandaskan al-Quran dan As-Sunnah seperti mana yang difahami oleh para salaf as-soleh.


Wallahu'allam.
islam Pictures, Images and Photos

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.





Semoga Allah mengampuni dosa dosa kita dan menunjuki jalan Kebenaran