Jadwal Sholat

Waktu Sholat untuk 6 Juta Kota Sedunia
Country:
Silahkan baca semoga ada manfaatnya, terima kasih. Semoga Bermanfaat

Minggu, 12 April 2009

Nasehat Untuk Penuntut Ilmu

Nasehat Untuk Penuntut Ilmu

1. Wajib bagi penuntut untuk memulai dari masalah Tauhid dalam menuntut ilmu dan juga memulai dakwah dari masalah Tauhid. [1]

2. Wajib bagi penuntut ilmu untuk ikhlas dalam menuntut ilmu, mengamalkannya dan berdakwah. [2] Karena memang sesungguhnya untuk Ikhlas dalam menuntut ilmu amatlah sulit, seperti apa yang dikatakan oleh Imam Dzahabi, “Demi Allah saya tidak pernah berkata menuntut ilmu karena Allah.” Sehingga sudah menjadi kebiasaan ulama terdahulu apabila mereka telah beramal maka mereka berdoa agar amalnya diterima walaupun mereka telah Ikhlas.

3. Bersungguh-sungguh untuk ittiba’ kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam baik pada masalah yang sepele maupun besar.[3]

4. Memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah menurut pemahaman salafusshaleh[4]. Dan hati-hatilah terhadap syubhat dan syahwat.

5. Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu syar’i. Sebab banyak Keutamaan yang didapat dengan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, seperti Allah memudahkan jalan baginya menuju surga[5], naiknya derajat bagi orang-orang yang menuntut ilmu[6] dan sebagainya [penjelasan lengkap silahkan baca kitab, “Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga”, karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas].

6. Berakhlaq dengan akhlaq yang mulia..[7]

7. Berperilaku lemah lembut, sabar, berhati-hati (tidak terburu-buru) dalam mengahadapi masalah. Sebab semua hal yang terjadi telah Allah takdirkan dan pandanglah setiap permasalahan dengan pandangan syariat dan bukan dengan emosi.

8. Kebenaran hanya ada satu dan tidak berbanding. Sehingga bila ada perbedaan tentu ada yang rajih (silahkan baca mukadimah buku, “Sifat Sholat Nabi”, karya Syaikh Nashirudin Albani.

9. Tidak terburu-buru dalam membawa berita dan tidak menyebarkan dan membenarkan isu (gosip). Sehingga berhati-hatilah dengan media yang ada saat ini dimana para pemiliknya berasal dari orang kafir, munafik dan orang-orang yang tidak mengenal Al-Qur’an dan As-Sunnah.[8] Sehingga jika kita mendengar suatu berita jangan langsung disebarkan, tabayun dahulu dan pertimbangkan manfaatnya.

10. Manfaatkan waktu walaupun hanya sedikit.[9]

11. Bersungguh-sungguh dalam menyampaikan ilmu kepada manusia. Sampaikanlah dari yang paling mudah (masalah tauhid) baru kemudian yang seterusnya.

12. Bersungguh-sungguh dalam beribadah.[10]

13. Tidak larut dalam kelompok-kelompok yang ada. Ikatan yang terjalin hanya kepada Allah dan bukan pada yang lain. Wala’ hanya kepada Allah dan Rasul-Nya..[11]


Sumber Hadist:
[1] Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengutus Muadz ke Yaman, beliau bersabda,"Artinya : Hendaknya hal pertama yang engkau serukan kepada mereka adalah pesaksian bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah saja, maka jika mereka mentaatimu dalam hal itu ….. dan seterusnya sampai akhir hadits. [Hadits Shahih diriwayatkan oleh Al-Bukhari (1395) dan ditempat lainnya, dan Muslim (19), Abu Daud (1584), At-Tirmidzi (625), semuanya dari hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu].

[2] Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menuntut ilmu syar’i yang semestinya ia lakukan untuk mencari wajah Allah dengan Ikhlas, namun ia tidak melakukannya melainkan untuk mencari keuntungan duniawi maka ia tidak mendapatkan harumnya surga pada hari kiamat. [Hadits Shahih diriwayatkan oleh Ahmad (II/338), Abu Dawud (3664), Ibnu Majah (252), al-Hakim (I/85), Ibnu Hibban (78) dan lainnya dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu].

[3] Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Aku tinggalkan kepadamu dua perkara, kalian tidak akan tersesat apabila (berpegang teguh) kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku. Tidak akan tercerai-berai sehingga keduanya mengantarku ke telaga (surga).” [Dishahihkan Albani dalam Shahihul Jami’]

[4] Abu Najih, Al ‘Irbad bin Sariyah ra. ia berkata : “Rasulullah telah memberi nasehat kepada kami dengan satu nasehat yang menggetarkan hati dan membuat airmata bercucuran”. kami bertanya ,"Wahai Rasulullah, nasihat itu seakan-akan nasihat dari orang yang akan berpisah selamanya (meninggal), maka berilah kami wasiat" Rasulullah bersabda, "Saya memberi wasiat kepadamu agar tetap bertaqwa kepada Alloh yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memerintahmu seorang hamba sahaya (budak). Sesungguhnya barangsiapa diantara kalian masih hidup niscaya bakal menyaksikan banyak perselisihan. karena itu berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang lurus (mendapat petunjuk) dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah olehmu hal-hal baru karena sesungguhnya semua bid’ah itu sesat." [HR. Abu Daud dan At Tirmidzi, Hadits Hasan Shahih]

[5] Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah memudahkan jalannya menuju surga.” [Hadits Shahih diriwayatkan oleh Ahmad (V/196), Abu Dawud (2641), Ibnu Majah (223) dan Ibnu Hibban (80), lafadz ini milik Ahmad dari Abu Darda Radhiyallahu anhu]

[6] Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [Qs. Al-Mujaadilah : 11]

[7] "Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang palng baik diantara mereka akhlaknya dan sebaik baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri istrinya." (Silsilah Hadits Shahih no. 284).

[8] Allah berfirman dalam kitabNya yang mulia. “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu” [Al-Hujarat : 6]

[9] Rasulullah shallallahu’alaihi wassallam bersabda, “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu dengan keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” [Hadits Shahih diriwayatkan oleh : al-Bukhari (6412), at-Tirmidzi (2304), Ibnu Majah (4170), Ahmad (I/258, 344), ad-Darimi (II/297), al-Hakim (IV/306) dan lainnya dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu]

[10] Allah berfirman dalam kitabNya yang mulia. “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka . Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” [An-Nisaa : 142]

[11] Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

"Ada tiga hal, yang jika tiga hal itu ada pada seseorang, maka dia akan merasakan manisnya iman. (Yaitu); Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya; Mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah; Benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan darinya, sebagaimana bencinya jika dicampakkan ke dalam api." (Muttafaq ‘alaih)

Tidak ada komentar:

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.





Semoga Allah mengampuni dosa dosa kita dan menunjuki jalan Kebenaran