Jadwal Sholat

Waktu Sholat untuk 6 Juta Kota Sedunia
Country:
Silahkan baca semoga ada manfaatnya, terima kasih. Semoga Bermanfaat

Selasa, 01 September 2009

Gelombang gempa yg bikin pusing !


567073-tn_headache_012.gifBagi yg merasakan goyangan gempa tentunya bisa secara nyata merasakan gerakan naik turun, geseran kiri -kanan juga goyang maju mundur. Looh ini beneran atau cuman perasaan sih ? Apalagi dengan denger suara gemuruh plus suara gemerincing kaca pecah berantakan juga jeritan kesakitan. Wah jelas itu bikin pusing.
Sakjane bagaimana to goyangan itu ?

Gempa memang berupa goyangan atau gerakan atau getaran. Frekuensi getaran gempa ini sekitar 10 Hz aartinya ada sepuluh kali goyangan tiap detik. Baik goyangan naik turun, kiri-kanan maupun maju mundur. lah kalo ketiganya dicampur-campur …. mumet !

Elastic Rebound Disebelah kiri ini adalah yg dimaksud dengan teori elastic rebound atau “teori pelentingan”, kalau aku bilang teori ketapel atau “plintheng”. Teori yang dijelaskan disebelah ini untuk gempa-gempa akibat patahan geser. Untuk patahan “megathust” pada penunjaman terlihat disebelah kanan. Keduanya secara mekanik sama saja. yang berbeda hanyalah arah dari gaya-gaya yg menekannya.

seiswaveanim.gifGoyangan-goyangan akibat terlepasnya energi yang terkumpul perlahan-lahan ketika akan melenting ini bisa dilihat disebelah atas ini. (sumber gambar : www.uwgb.edu/DutchS/EarthSC202Notes/quakes.htm)

Akibat pelentingan inilah maka akan muncul tiga jenis gelombang. Jadi memang ada beberapa jenis penjalaran gelombang itu dan ada tiga jenis getaran yg ditimbulkan yang dapat digambarkan dengan sederhana seperti diatas. Yaitu Gelombang Primer (P-wave), Gelombang Sekunder (S-Wave), dan yang ketiga disebut Surface wave (Gelombang Permukaan).

Gelombang Primer (P Wave) ini menjalar akibat adanya penekanan dan peregangan. Kalau dilihat di grafik sebelah terlihat bergetar menekan dan meregang. kalau anda menghadap ke kiri maka goyangan tersebut berarah kiri-kanan atau maju-mundur (tergantung dimana arah menghadapnya). Gelombang primer ini memiliki kecepatan rambat sekitar 8 km/detik. Gelombang inilah yg akan dirasakan lebih dahulu ketika gempa, karena dia akan datang lebih dulu dibanding penjalaran gelombang yang lain.

Gelombang Sekunder (S Wave) ini menjalar seperti gelombang air yang mengalun-alun. Menjalar naik-turun. Jadi gelombang ini melempar-lemparkan keatas kebawah ketika anda merasakan adanya gempa. Gelombang Sekunder ini memilki kecepatan penjalaran sekitar 4 Km/detik, tentunya akan dirasakan lebih lambat dari Gelombang Primer. Namun gelombang sekunder ini memiliki lebar goyangan (amplitudo) yg besar sehingga gelombang ini akan memilki kekuatan yg sangat besar dalam merontokkan bangunan, juga mengakibatkan longsoran tebing-tebing yang curam.
Yang ketiga gelombang akan menjalar dibagian permukaan saja. Gelombang ini disebut juga surface wave, namun ada juga yg menyebutnya “love wave” … serius nih namanya emang “love wave” …. padahal cinta kan ngga hanya dipermukaan ya. Tauk deh kenapa disebut “love wave”.
Ketiga gelombang ini tentunya akan dirasakan apabila anda merasakan gempa. Namun karena kecepatannya berbeda maka gelombang ini tidak datang bersamaan. Gelombang Primer akan datang lebih dulu, diikuti gelombang sekunder. Namun kalau jarak episenternya dekat tentunya kedua gelombang ini akan dirasakan hampir bersamaan. kalau jaraknya hanya 4 Km dari pusat gempa tentunya hanya selisih satu detik saja.

ag00223_.gifNah bisa dibayangkan ketika semua penjalaran gelombang ini menimpa diri anda, ada yg naik-turun, maju-mundur, kiri-kanan. tentunya akan membuat pusing ya. Belum lagi kalau anda sambil mengamati sesuatu dari jauh sepertinya naik-turunnya (amplitudo) terlihat lebih besar besar. Juga yang sering terpengaruh adalah karena goyangan lampu dinding serta barang-barang lain yg seringkali dipakai mata untuk menunjukkan mana bidang horizontal (misal meja) dan mana vertikal (dinding), maka anda seolah-olah seperti masuk dalam rumah miring yang ada di Dufan (Ancol).
Yang pasti akan membuat pusing karena otak, mata serta kaki semua orientasinya terganggu. Ada beberapa yg menyatakan seperti “gabah diinteri”, itu tuh kayak jaman dahulu kalau petani memisahkan gabah seolah-olah bumi ini berputar ndak karuan.

Mengapa goyangan ini terasa lama dan merusak ?

figure-irwan.jpgPak Irwan Meilano, seorang Doktor ilmu gempa yg sedang belajar di jepang curiga mengapa gempa sebesar di Jogja Mei 2006 lalu terasa hampir 50 detik. Menurut beliau biasanya kekuatan gempa yg memilki magnitude 6.3Mw hanya terasa 20-30 detik saja goyangannya, namun di Jogja ini bahkan terasa 50 detik atau lebih, dan meiliki kerusakan sangat tinggi. Pak Irwan memperkirakan adanya pantul-memantul dari gelombang ini sehingga kerusakan disekitar episentrum gempa sangat parah.

Secara sederhana saya gambarkan ulang seperti dibawah ini.

gelombang dan kerusakanGempa yg terjadi akibat kompleks Sesar Opak (Patahan Opak) ini berada didekat zona patahan yang merupakan endapan muda dari Merapi termasuk juga endapan dari Sungai Opak yg mengalir sepanjang Patahan Opak. Patahan memang biasanya merupakan zona lemah yg mudah ter-erosi dan dilewati saliran sungai, yang tentusaja juga merupakan tempat pengendapan endapan sungai nantinya. Dengan demikian, menurut saya, kemungkinan kerusakan gempa di Jogja kemarin merupakan sebuah konsentrasi kerusakan pada zona yg mengalami pemantulan getaran gempa berulang-ulang. Seperti yang saya tulis sebelumnya disini bahwa kerusakan ke arah barat lebih parah dari sebelah timur.

Jadi kalau ada yg sempet pusing karena gempa barangkali karena anda bergoyangnya cukup lama. Eh, kalau ndangdutan goyangnya bikin pusing juga nggak ?

Tidak ada komentar:

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.





Semoga Allah mengampuni dosa dosa kita dan menunjuki jalan Kebenaran