Jadwal Sholat

Waktu Sholat untuk 6 Juta Kota Sedunia
Country:
Silahkan baca semoga ada manfaatnya, terima kasih. Semoga Bermanfaat

Kamis, 09 Juli 2009

MUSIBAH.



Setiap manusia pasti akan mengalami musibah, tidak ada manusia yang bebas dari musibah, Oleh karena itu, maka kita perlu pengetahuan yang baik mengenai konsepsi musibah; karena dengan pengetahuan yang baik ( Islami ) akan sangat membantu kita dalam menghadapi musibah yang menimpa.

Musibah menurut Al. Qur`an dan Hadist mempunyai paling sedikitnya 3 dimensi. PERTAMA, sebagai hukuman Allah atas pembangkangan yang dilakukan manusia pada aturan yang telah ditetapkan-Nya.
KEDUA, sebagai penghapusan dosa sehingga dengan demikian di akhirat nanti ada dosa yang tidak diperhitungkan lagi karena hukumannya telah ditunaikan Allah di dunia ( sebagai penebus dosa ). KETIGA, sebagai ujian untuk kenaikan derajat di mata Allah ( sebagaimana yang dialami oleh Rosulullah, para sholihin, siddiqin dllnya )

Hal-hal tersebut diatas, dapat kita simak pada beberapa ayat Al.Qur'an dan Hadist sbb :

... musibah apa saja yang menimpa kamu
adalah disebabkan oleh perbuatanmu sendiri..
Asy- Syura ( 42);30

.. bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan
menimpakan musibah kepada mereka disebabkan
sebagian dosa-dosa mereka
Al. Maidah (5):49

Apa saja nikmat yang kamu peroleh
adalah dari Allah, dan apa saja bencana
yang menimpamu, maka dari (kesalahan ) dirimu sendiri
An.Nisa (4):79

..... dan sekali-sekali tidaklah
Rabbmu menganiaya hamba-hamba-Nya
Fush-Shilat (41):46

Demikian itu disebabkan karena perbuatan
tanganmu sendiri, Sesungguhnya Allah sekali-sekali
tidak menganiayai hamba-Nya
Al. Anfal (8);51

" Sesungguhnya Allah swt tidaklah menetapkan sesutu keputusan,
kecuali akan berakibat baik kepadanya "
HR Ibnu Hibban dari Anas

" Demi kejayaan dan keagungan-Ku, tidak akan Aku mematikan hamba-Ku yang Aku kehendaki
kebaikan baginya, sehingga Aku menghapuskan dosa-dosanya yang pernah ia lakukan melalui
rasa sakit di badannya, kerugian pada hartanya dan kematian anaknya. Maka apabila masih
terdapat dosa padanya maka Aku perberat baginya saat sakaratul maut, sehingga dia menemui
Aku seperti saat dia dilahirkan dari rahim ibunya ( tidak mengemban suatu dosapun ). Dan demi
kejayaan dan keagungan-Ku tidak akan Aku mematikan hamba-Ku yang Aku tetapkan keburukan
atasnya, sehingga Aku menghapuskan perbuatan-perbuatan baiknya melalui kesehatan tubuhnya
( tidak pernah sakit ), bertambah hartanya dan bertambah anaknya, maka sekiranya masih ada
kebaikan padanya, Aku ringankan baginya sakaratul maut sehingga dia menghadap pada-Ku dalam
keadaan tidak memiliki kebaikan apa pun " Hadist Qudsi

" Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya,
maka didahulukan baginya hukuman di dunia ( berupa musibah
dan kesusahan agar terhapus dosa-dosanya ) dan apabila Dia
menghendaki keburukan pada hamba-hamba-Nya, maka Dia akan
menahan darinya (membiarkannya ) dengan dosa-dosanya sehingga
(dosa-dosa tersebut ) dibalas pada hari kiamat " HR Turmudzi

Rasulullah bersabda : " Umatku adalah umat yang dirahmati, mereka tidak akan diadzab di akhirat,
sesungguhnya adzabnya diberikan di dunia, yaitu berupa fitnah ( ujian dalam kehidupan dunia ) zalazil
( guncangan jiwa yang sangat ) dan mati terbunuh dalam jihad fi sabilillah "
HR Abu Dawud, Thabrani, Al.Hakim dan Baihaqi

Rasulullah bersabda :" Sesungguhnya orang-orang shaleh akan diperberat ( musibah) atas mereka
Dan tidaklah seorang mukmin tertimpa suatu musibah , seperti tertusuk duri atau lebih ringan dari itu
kecuali akan dihapuskan dosa-dosanya dan akan ditingkatkan derajatnya "
HR Ahmad, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan Baihaqi

" Manusia yang paling berat ujiannya alah para Nabi, kemudian orang-orang sholeh yang meneladaninya,
sesorang akan diuji menurut kekuatan imannya, apabila imannya kuat maka makin berat ujiannya:
apabila imannya kurang kuat maka dia diuji menurut kadar kekuatannya : dia akan diuji terus, sehingga
ia berjalan dimuka bumi dalam keadaan bersih ( tidak berdosa )
HR Ahmad, Bukhari, Turmudzi dan Ibnu Majah.

Pada hakikatnya, semua ketentuan yang ditetapkan Allah kepada kita, termasuk musibah, tida ada yang buruk. Masalahnya adalah mampu atau tidak kita memanfaatkannya. Orang yang mampu memanfaatkan ketentuan yang ditetapkan oleh Allah baginya, akan beruntung , sedangkan sebaliknya akan merugi. Hal ini dapat diibaratkan dengan per-misalan berikut : Apakah artinya pena emas bagi orang yang tidak bisa menulis ; atau apakah gunanya buku bermutu diberikan kepada orang yang tidak bisa membaca, Pena emas dan buku bermutu itu , niscaya baginya hanyalah merupakan beban saja, karena ia harus menyimpan dan merawatnya.

Seorang ahli hikmah berkata " Ketika Allah memberimu nikmat, maka akan terasa olehmu kebaikan-kebaikan-Nya. Dan ketika Allah memberimu musibah, sebenarnya Ia ingin memberimu HKMAH " Demikianlah cara Allah mencurahkan kasih sayang-Nya kepada manusia, yaitu mahluk yang diciptakn-Nya
paling sempurna dibandingkan dengan mahluk-mahluk lain ciptaan-Nya.

Albert Einstein, seorang ilmuan terkemuka setelah bergelut dengan penelitian-penelitian ilmiah tentang alam raya ini menyampaikan kesimpulannya : TUHAN MENETAPKAN , TAPI DIA TIDAK KEJAM " Betapa tidak, cobalah simak hasl penelitian para ahli berikut ini :

Tuhan menjadikan air laut itu asin, karen abila tidak demikian maka seluruh air laut tersebut yang besarnya 2/3 bagian bumi ini akan berbau dan jelas akan menggangu kehidupan manusia. Disamping itu air asin ini telah diselidiki ternyata menyerap gas racun yang menebar di udara. Sementara air hujan dan air sungai dijadikan tawar, sebab jika tidak demikian maka tanam-tanaman dan mahluk yang hidup akan mati.

Perut bumi merupakan tempat gravitasi yang adapat menarik apa saja yang berada diatasnya. Bila tidak niscaya manusia di atasnya setiap saat akan pontang panting karena bumi disamping ia berputar pada porosnya, juga berputar mengelilingi matahari dengan kecepatan tinggi, tidak kurang dari 20.000 km/jam !

Jarak matahari dengan bumi kurang lebih 150 juta km, seandainya jarak itu dikurangi sedikit saja , maka segenap susunan tata surya ini akan terbakar. Dan seandainya jarak itu dijauhkan sedikit saja maka mahluk yang ada diatas bumi akan mati kedinginan karena kekurangan sinar matahari.

Segumpal awan hitam yang kira-kira mengandung 3000 ton air tidak diturunkan Tuhan dalam bentuk air yang tercurah, melainklan di turunkan berupa butiran-butiran. Selain itu Tuhan telah mengatur pula agar perut bumi mampu menampung dan menyimpan air tersebut sehingga tidak terjadi banjir bandang.

Binatang buas yang membahayakan diciptakan Tuhan dengan populasi yang kecil atau berjumlah besar tetapi berusia pendek, Misalnya kehidupan kuman dan bakteri yang dalam waktu singkat populasinya dapat meningkat tajam karena sekali bertelur menghasilkan jutaan keturunan, tetapi mereka hannya diberi umur beberapa jam saja. sebailiknya binatang yang membahayakan seperti harimau misalnya, beberapa tahunhannya melahirkan 1 ( satu ) anak saja sehingga jumlah hewan yang membahayakan ini populasinya kecil sekali.

Dari uraian diatas maka mestinya kita paham bahwa tidaklah mungkin Sang Maha Pencipta Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang akan MERUSAK hasil ciptaan-Nya yang paling sempurna, yaitu manusia ( yang bila ditinjau dari segi anatominya memiliki 25 milyar sell dengan bentuk dan kemampuan serta tugas yang berbeda antara satu sel dengan sel lainnya ) Adapun yang dianggap buruk oleh manusia , sebenarnya bersifat nisbi ( tidak mutlak ) Ia bukanlah problem nalar , melainkan problem rasa ( yaitu sebagai akibat dari keinginannya untuk mendapatkan yang terbaik dengan melupakan kepentingan orang lain ) Misalnya saja , penjahat yang dipenjarakan adalah buruk dalam pandangan si penjahat itu, tetapi baik dalam pandangan masyarakat. Hujan baik bagi petani, tetapi tidak baik bagi orang yang sedang berpesta. Cobalah kita membiasakan diri menyelam ke bawah permukaan . Peristiwa dipenjaranya seorang penjahat, niscaya akan nampak sebagai peluang yang diberikan Allah pada penjahat itu untuk intropeksi dan bertobat agar ia terhindar dari neraka.

Dengan demikian dapatlah kiranya dimengerti bahwa sebaik-baiknya sikap dalam menghadapi musibah itu memang tidak ada cara lain selain dari ISTIGHFAR dan berserah diri " Innalillahi wainnailaihi rojiun "

Janji Allah !!

.. dan sekali-kali tidaklah Rabbmu menganiaya hamba-hamba-Nya
Fush-Shilat (41):46

Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun
akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri
Yunus (10):44


dari renungan kalbu, untuk anak dan cucuku serta saudaraku seiman....

Tidak ada komentar:

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.





Semoga Allah mengampuni dosa dosa kita dan menunjuki jalan Kebenaran