Jadwal Sholat

Waktu Sholat untuk 6 Juta Kota Sedunia
Country:
Silahkan baca semoga ada manfaatnya, terima kasih. Semoga Bermanfaat

Rabu, 22 Juli 2009

Bandingkan Ujian yang Kita Hadapi, Dengan Ujian yang Mereka Terima....!!!


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ada seorang raja yang hidup sebelum masa kalian. Ia memiliki tukang sihir. Ketika tukang sihir iru telah memasuki usia udzur, dia berkata kepada sang raja,

Saya sudah tua. Kirimkanlah seorang anak muda kepada saya agar ilmu sihir saya dapat saya turunkan kepadanya.

Raja pun mengirimkan anak muda sesuai permintaan tukang sihir itu, untuk diajarkan sihir. Dalam perjalanan menuju rumah tukang sihir itu, anak muda itu bertemu dengan seorang rahib. Ia pun ikut duduk di majelis rahib itu, mendengarkan apa yang disampaikan oleh rahib. Anak muda itu terpukau dan takjub terhadap apa yang disampaikan oleh sang rahib. Maka, setiap kali mau pergi ke rumah tukang sihir, anak muda itu terlebuh dahulu mampir ke rumah sang rahib lalu mendengarkan ceramahnya.

Setibanya di rumah tukang sihir, tukang sihir itu langsung memukul anak muda itu. Anak muda itu mengadukan peristiwa tersebut kepada sang rahib. Sang rahib berkata kepadanya,

Jika kamu takut dipukul lagi oleh si tukang sihir itu, katakan kepadanya, ‘Aku terlambat datang ke sini karena aku ditahan oleh keluarga.’
Dan jika kamu takut kepada keluargamu, katakan kepada keluargamu, ‘Aku terlambat datang ke sini kerena aku ditahan oleh tukang sihir.’

Kemudian, pada suatu kesempatan, ia bertemu dengan binatang besar yang menghalangi perjalanan manusia. Ia berkata,

Saat ini, saya akan mengetahui siapa yang lebih utama antara tukang sihir dan rahib.

Lalu, ia mengambil batu seraya berkata,

Ya الله, jika apa yang disampaikan oleh rahib lebih Engkau sukai dari apa yang disampaikan oleh tukang sihir, matikanlah binatang hingga orang-orang dapat melanjutkan perjalannnya kembali.

Anak muda itu pun melemparkan batu yang ada di tangannya ke arah binatang itu, dan -atas izin الله سبحانه و تعالى- ia berhasil membunuh binatang itu. Orang-orang pun dapat melanjutkan perjalanannya kembali.

Setelah itu, anak muda itu mendatangi si rahib seraya menceritakan peristiwa langka yang baru saja ia alami. Kemudian, si rahib berkata kepadanya,

Wahai anakku, sekarang kamu lebih utama daripada aku. Kini, telah tiba saatnya kamu menghadapi sebuah peristiwa sesuai yang aku duga. Kamu akan mendapatkan cobaan. Ketika kamu mendapatkan cobaan itu, kamu tidak usah memberitahukan tentang aku.

Anak muda itu bisa menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang memiliki penyakit kusta. Ia juga bisa mengobati penyakit lain yang menimpa masyarakat pada mas itu. Kemudian, teman sang raja mendengar keistimewaan yang dimiliki oleh anak muda itu. Teman sang raja itu buta, ia pun mendatangi anak muda itu dengan membawa hadiah yang melimpah ruah, lalu berkata,

Jika kamu bisa menyembuhkanku, ambillah semua hadiah ini.

Anak muda itu berkata,

Aku tidak bisa menyembuhkan siapa pun. Akan tetapi, yang bisa menyembuhkan itu adalah الله سبحانه و تعالى. Jika Engkau beriman kepada الله, aku berdoa kepada الله, Dia akan menyembuhkanmu.

Teman raja itu pun beriman kepada الله , lalu الله menyembuhkannya. Setelah sembuh, teman raja itu datang kepada raja dan duduk dalam satu forum seperti biasa. Kemudian, sang raja bertanya,

Siapa yang membuatmu bisa melihat?

Teman raja : “Tuhanku.”
Raja : “Apakah Engkau memiliki Tuhan selain aku?”
Teman raja : “Tuhanku dan Tuhanmu adalah الله /Allah/.

Raja pun memegangnya, dan sang raja terus menyiksanya hingga ia mau menunjukkan tempat anak muda yang menyembuhkannya. Anak muda itu pun didatangkan ke hadapan raja, lalu raja berkata,

Hai anak muda, sihirmu mampu menyembuhkan orang yang buta, dan orang yang menderita penyakit kusta. Dan kamu bisa melakukan pa yang kamu suka.

Anak muda itu berkata,

“Aku tidak bisa menyembuhkan siapa pun. Akan tetapi, الله lah yang bisa menyembuhkannnya.”

Sang raja pun menangkapnya dan sang raja terus menyiksanya hingga ia mau menunjukkan tempat si rahib. Tidak lama kemudian, si rahib didatangkan ke hadapan raja, lalu dikatakan kepada si rahib,

“Tinggalkanlah agamamu.”

Si rahib tidak mau. Kemudian, raja mengambil gergaji lalu meletakkan di kepala si rahib, lalu sang raja menggergajinya hingga kepala si rahib putus dan jatuh.

Setelah itu, teman raja dipanggil untuk maju. Kemudian, dikatakan kepadanya

“Tinggalkanlah agamamu.”

Akan tetapi, ia tidak mau. Kemudian, raja mengambil gergaji lalu meletakkan di kepala temannya itu, lalu sang raja menggergajinya hingga kepala temannya itu putus dan jatuh.

Selanjutnya, anak muda itu dipanggil untuk maju, lalu dikatakan kepadanya,

“Tinggalkanlah agamamu.

Anak muda itu tidak mau. Kemudian, sang raja menyerahkan anak muda itu kepada sekelompok bawahannya, lalu berkata kepada mereka,

“Bawalah anak muda ini ke hunung ini, dan bawalah ia naik ke atas gunung itu. Ketika sudah tiba di puncak gunung itu, jika anak muda ini tidak mau meninggalkan agamanya, lemparkanlah ia ke bawah.”

Mereka pun membawa anak muda itu untuk naik ke atas gunung. Kemudian, anak itu berdoa,

Ya الله. Lindungilah hamba dari dari kejahatan mereka dengan cara yang Engkau kehendaki.

Ketika mereka mendaki gunung, tiba-tiba gunung itu bergoyang dan seketika mereka pun jatuh. Anak muda itu pulang menemui sang raja. Lalu, sang raja bertanya,

“Apa yang dilakukan oleh orang-orang yang memebawamu itu?

Anak muda itu berkata,

“الله سبحانه و تعالى melindungiku dari kejahatam mereka.”

Kemudian, anak muda itu berkata kepada raja,

“Sesungguihnya Engkau tidak akan mampu membunuh saya kecuali Engkau menuruti keinginanku.

Sang raja bertanya,

“Apa yang kamu inginkan?”

Anak muda itu menjelaskan.

“Engkau mengumpulkan seluruh rakyat di tempat yang luas. Kemudian, Engkau menyalibku di batang pohon. Kemudian, ambillah anak panah dari kantong anak panahku, lalu letakkanlah anak panah itu di jantung busur, lalu ucapkanlah, ‘Dengan menyebut asma الله, Rabb anak muda ini’

Sang raja pun memanah anak muda itu persis di pelipisnya. Kemudian, anak muda itu meletakkan tangannya di pelipisnya yang terkena anak panah, lalu ia pun meninggal dunia.

Kemudian, seluruh rakyat yang menyaksikan peristiwa itu berkata,

“Kami beriman kepada Rabb anak muda itu. Kami beriman kepada Rabb anak muda itu. Kami beriman kepada Rabb anak muda itu”

Kemudian, ada seorang mendatangi raja seraya berkata,

“Apakah Engkau melihat apa yang Engkau khawatirkan? Demi الله telah datang kepadamu apa yang membahayakanmu. Seluruh trakyat beriman kepada الله سبحانه و تعالى.

Kemudian, raja memerintah bawahannya untuk menggali lubang yang dalam di tanah, di persimpangan jalan. Perintah raja pun dilaksanakan dan kobaran api memenuhi lubang itu. Kemudian, raja berkata,

“Barangsiapa yang tidak keluar dari agamanya, lemparkanlah ke dalam lubang itu.!”

Para bawahan raja melaksanakan perintah itu. Kemudian, tibalah giliran seorang wanita untuk dilempar ke dalam lubang itu bersama anaknya yang masih belia. Wanita itu hendak mengurungkan niatnya untuk melompat ke dalam lubang itu. Tiba-tiba, anaknya berkata,

“Wahai ibuku, bersabarlah. Sesungguhnya Engkau berada di atas jalan yang benar.”


(Hadits Riwayat Muslim)
=> Shahih Muslim, cetakan Beirut: , jilid IV, hal. 2299, hadits nomor 3.005. Berikut ini teks hadits tersebut:


حدثنا هداب بن خالد حدثنا حماد بن سلمة حدثنا ثابت عن عبدالرحمن بن أبي ليلى عن صهيب
: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال كان ملك فيمن كان قبلكم وكان له ساحر فلما كبر قال للملك إني قد كبرت فابعث إلي غلاما أعلمه السحر فبعث إليه غلاما يعلمه فكان في طريقه إذا سلك راهب فقعد إليه وسمع كلامه فأعجبه فكان إذا أتى الساحر مر بالراهب وقعد إليه فإذا أتى الساحر ضربه فشكا ذلك إلى الراهب فقال إذا خشيت الساحر فقل حبسني أهلي وإذا خشيت أهلك فقل حبسني الساحر فبينما هو كذلك إذ أتى على دابة عظيمة قد حبست الناس فقال اليوم أعلم آلساحر أفضل أم الراهب أفضل ؟ فأخذ حجرا فقال اللهم إن كان أمر الراهب أحب إليك من أمر الساحر فاقتل هذه الدابة حتى يمضي الناس فرماها فقتلها ومضى الناس فأتى الراهب فأخبره فقال له الراهب أي بني أنت اليوم أفضل مني قد بلغ من أمرك ما أرى وإنك ستبتلى فإن ابتليت فلا تدل علي وكان الغلام يبرئ الأكمه والأبرص ويداوي الناس من سائر الأدواء فسمع جليس للملك كان قد عمي فأتاه بهدايا كثيرة فقال ما ههنا لك أجمع إن أنت شفيتني فقال إني لا أشفي أحدا إنما يشفي الله فإن أنت آمنت بالله دعوت الله فشفاك فآمن بالله فشفاه الله فأتى الملك فجلس إليه كما كان يجلس فقال له الملك من رد عليك بصرك ؟ قال ربي قال ولك رب غيري ؟ قال ربي وربك الله فأخذه فلم يزل يعذبه حتى دل على الغلام فجئ بالغلام فقال له الملك أي بني قد بلغ من سحرك ما تبرئ الأكمه والأبرص وتفعل وتفعل فقال إني لا أشفي أحدا إنما يشفي الله فأخذه فلم يزل يعذبه حتى دل على الراهب فجئ بالراهب فقيل له ارجع عن دينك فأبى فدعا بالمئشار فوضع المئشار على مفرق رأسه فشقه حتى وقع شقاه ثم جئ بجليس الملك فقيل له ارجع عن دينك فأبى فوضع المئشار في مفرق رأسه فشقه به حتى وقع شقاه ثم جئ بالغلام فقيل له ارجع عن دينك فأبى فدفعه إلى نفر من أصحابه فقال اذهبوا به إلى جبل كذا وكذا فاصعدوا به الجبل فإذا بلغتم ذروته فإن رجع عن دينه وإلا فاطرحوه فذهبوا به فصعدوا به الجبل فقال اللهم اكفنيهم بما شئت فرجف بهم الجبل فسقطوا وجاء يمشي إلى الملك فقال له الملك ما فعل أصحابك ؟ قال كفانيهم الله فدفعه إلى نفر من أصحابه فقال اذهبوا به فاحملوه في قرقور فتوسطوا به البحر فإن رجع عن دينه وإلا فاقذفوه فذهبوا به فقال اللهم اكفنيهم بما شئت فانكفأت بهم السفينة فغرقوا وجاء يمشي إلى الملك فقال له الملك ما فعل أصحابك ؟ قال كفانيهم الله فقال للملك إنك لست بقاتلي حتى تفعل ما آمرك به قال وما هو ؟ قال تجمع الناس في صعيد واحد وتصلبني على جذع ثم خذ سهما من كنانتي ثم ضع السهم في كبد القوس ثم قل باسم الله رب الغلام ثم ارمني فإنك إذا فعلت ذلك قتلتني فجمع الناس في صعيد واحد وصلبه على جذع ثم أخذ سهما من كنانته ثم وضع السهم في كبد القوس ثم قال باسم الله رب الغلام ثم رماه فوقع السهم في صدغه فوضع يده في صدغه في موضع السهم فمات فقال الناس آمنا برب الغلام آمنا برب الغلام آمنا برب الغلام فأتى الملك فقيل له أرأيت ما كنت تحذر ؟ قد والله نزل بك حذرك قد آمن الناس فأمر بالأخدود في أفواه السكك فخدت وأضرم النيران وقال من لم يرجع عن دينه فأحموه فيها أو قيل له اقتحم ففعلوا حتى جاءت امرأة ومعها صبي لها فتقاعست أن تقع فيها فقال لها الغلام يا أمه اصبري فإنك على الحق
[ ش ( الأكمه ) الذي خلق أعمى ( بالمئشار ) مهموز في رواية الأكثرين ويجوز تخفيف الهمزة بقلبها ياء وروى المنشار بالنون وهما لغتان صحيحتان ( ذروته ) ذروة الجبل أعلاه وهي بضم الذال وكسرها ( فرجف بهم الجبل ) أي اضطرب وتحرك حركة شديدة ( قرقور ) القرقور السفينة الصغيرة وقيل الكبيرة واختار القاضي الصغيرة بعد حكايته خلافا كثيرا ( فانكفأت بهم السفينة ) أي انقلبت ( صعيد ) الصعيد هنا الأرض البارزة ( كبد القوس ) مقبضها عند الرمي ( نزل بك حذرك ) أي ما كنت تحذر وتخاف ( بالأخدود ) الأخدود هو الشق العظيم في الأرض وجمعه أخاديد ( أفواه السكك ) أي أبواب الطرق ( فأحموه فيها ) هكذا هو في عامة النسخ فأحموه بهمزة قطع بعدها حاء ساكنة ونقل القاضي اتفاق النسخ على هذا ووقع في بعض نسخ بلادنا فأقحموه بالقاف وهذا ظاهر ومعناه اطرحوه فيها كرها ومعنى الرواية الأولى ارموه فيها من قولهم أحميت الحديدة وغيرها إذا أدخلتها النار لتحمى ( فتقاعست ) أي توقفت ولزمت موضعها وكرهت الدخول في النار ]

Tidak ada komentar:

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.





Semoga Allah mengampuni dosa dosa kita dan menunjuki jalan Kebenaran