Jadwal Sholat

Waktu Sholat untuk 6 Juta Kota Sedunia
Country:
Silahkan baca semoga ada manfaatnya, terima kasih. Semoga Bermanfaat

Kamis, 16 Juli 2009

Dalam pembahasan yang telah lalu dibahas langkah-langkah dalam menuntut ilmu syar’i. Berikut ini marilah kita bahas langkah pertama, MENGIKHLASKAN NIAT DALAM MENUNTUT ILMU.

Menuntut ilmu harus ikhlas karena Allah Ta’ala, dan seseorang tidak akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat jika ia tidak ikhlas karena Allah.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali agar menyemmbah Allah dengan memurnikan ketaatan (ikhlas) kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus dan supaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS Al Bayyinah : 5)

Menuntut ilmu bukan karena Allah Ta’ala termasuk dosa besar, dan tercegah dari aroma Surga, dan Allah menyediakan adzab yang pedih bagi orang yang meniatkannya bukan karena Allah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Barangsiapa yang menuntut imu syar’I yang semestinya ia lakukan untuk mencari wajah Allah dengan ikhlas, namun ia tidak melakukannya kecuali untuk mencari keuntungan duniawi, maka ia tidak akan mendapat harumnya Surga pada hari Kiamat.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, al Hakim, Ibnu Hibban, dari Abu Hurairah, hadits shahih)

Kita juga tidak boleh menuntut ilmu dengan tujuan berbantahan dengan ulama atau membantah orang-orang bodoh atau agar kita merasa lebih hebat dala suatu majelis. Barangsiapa yang melakukan demikian, maka bersiap-siaplah dengan Neraka. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Janganlah kalian mencari ilmu dengan tujuan berbangga-bangga di hadapan ulama, membantah orang bodoh, dan janganlah kalian memilih majelis untuk mendapatkan perhatian orang. Barangsiapa yang melakukan hal itu maka tempatnya di Neraka, di Neraka” (HR Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al Hakim, Ibnu Abdil Barr, dari Jabir bin Abdillah, hadits shahih)

Para ulama pun memberikan motivasi agar kaum muslimin menuntut ilmu syar’I semata-mata mencari keridhaan Allah Ta’ala dan memberikan peringatan yang keras kepada orang yang menuntut ilmu bukan karena mengharap keridhaan Allah.

Isra’il bin Yunus (wafat 160 H) rahimahullah mengatakan, “Barangsiapa menuntut ilmu unu karena Allah Ta’ala maka ia mulia dan bahagia di dunia. Dan barangsiapa menuntut ilmu bukan karena Allah, maka ia merugi dunia dan akhirat.”

Al Khatib al Baghdadi (wafat 463 H) rahimahullah berkata, “Kemudian aku wasiatkan kepadamu wahai penuntut ilmu! Luruskalah niat dalam menuntut ilmu dan bersungguh sungguhlah dalam mengamalkannya. Karena ilmu syar’I ibarat pohon dan amal iibarat buahnya. Dan seseorang tidak dianggap sebagai orang yang berilmu selama ia belum mengamalkan ilmunya.”

Imam Ibnu Jama’ah (wafat 733 H) rahimahullah mengatakan, “Niat yang baik dalam menuntut ilmu adalah hendaklah ditujukan hanya untuk mengharap wajah Allah, beramal dengannya, menghidupkan syariat, menerangi hatinya, menghiasi bathinnya, dan mengharap kdekatan dengan Allah pada hari Kiamat, serta mencari segala apa yang Allah sediakan untuk ahlinya (ahli ilmu) berupa keridhaan dan karunia yang besar. Dan janganlah bertujuan untuk memperoleh kepemimpinan, jabatan, kehormatan, dan harta, berbangga di hadapan teman-temannya, diagungkan manusia, menjadi pemimpin di majelis dan yang sepertinya…”

Demikian pembahasan mengenai niat yang ikhlas karena Allah Ta’ala. Semoga Allah memberikan kita semua taufik untuk bias ikhlas dalam meniatkan seluruh amalan hanya karena mengharap pertemuan dengan-Nya di Surga.

Allahumma inni as’alukal ladzatan nazhoro ilaa wajhika, wa syauqon ilaa liqooika – Ya Allah sesungguhnya aku memohon kelezatan memandang wajah-Mu dan kerinduan kepada bertemu denganmu.

LANGKAH KE DUA : MEMOHON ILMU YANG BERMANFAAT KEPADA ALLAH TA’ALA (TTG ILMU SERI KE-11)

Permintaan pertemanan terkirim.
16 Juli jam 16:29
Setelah kita berusaha sekuat tenaga untuk meng-ikhlaskan niat menuntut ilmu hanya karena Allah Ta’ala, maka langkah selanjutnya adalah memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah dan memohon pertolongan kepada-Nya dalam mencari ilmu serta selalu merasa butuh kepada-Nya.

Allah Ta’ala memerintahkan Nabi-Nya untuk memohon ilmu dan memohon tambahan ilmu. Allah Berfirman yang artinya, “Dan katakanlah : Wahai rabbku, tambahkanlah ilmu kepadaku.” (QS Thaahaa : 114)

Diantara doa yang dipanjatkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam adalah, “Ya Allah aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizqi yang halal, dan amal yang diterima.” (HR Ahmad, Ibnu Majah, an Nasai, dari Ummu Salamah radhiyallahu anha, hadits shahih)

Juga doa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam, “Ya Allah, berikanlah menfat kepadaku dengan apa-apa yang Engkau ajarkan kepadaku, dan ajarkanlah aku apa-apa yang bermanfaat bagiku. Dan tambahkanlah ilmu padaku. (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dari Abu Hurairah radhiyallahu anhum, hadits shahih)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Mintalah ilmu yang bermanfaat kepada Allah, dan berlindunglah kepada Allah dari ilmu yang tidak bermanfaat.” (HR Ibnu Majah, Ibnu Abi Syaibah, hadits hasan)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam memerintahkan hal tersebut karena banyak kaum Muslimin yang justru mempelajari ilmu-ilmu yang tidak bermanfaat, seperti ilmu kalam/filsafat, ilmu hukum sekuler, dan lainnya. Maka kita memohon kepada Allah Ta’ala ilmu yang bermanfaat dan mohon dijauhkan dari ilmu yang tidak bermanfaat.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam berdoa, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu, nafsu yang tidak pernah puas, dan doa yang tidak dikabulkan.” (HR Muslim, An Nasai, dari Zaid bin al Arqam radhiyallahu anhum, hadits shahih)

Semoga setelah kita memahami hal ini, kita dapat memanfaatkan waktu diisi dengan menuntut ilmu yang bermanfaat dan Allah lindungi kita dari ilmu yang tidak bermanfaat.

Wallahu a’lam.

Maraji’ : Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga – Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawaz

Tidak ada komentar:

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.





Semoga Allah mengampuni dosa dosa kita dan menunjuki jalan Kebenaran