Jadwal Sholat

Waktu Sholat untuk 6 Juta Kota Sedunia
Country:
Silahkan baca semoga ada manfaatnya, terima kasih. Semoga Bermanfaat

Kamis, 30 Juli 2009

KEWAJIBAN PERTAMA SEORANG MUSLIM

By: Zahrotul ‘Azizah ‘Hendrita N’


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ
"Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman." (ADZ DZAARIYAAT: 55)

Ikhwah fillah..
Kewajiban yg pertama & utama bagi seorang Muslim adalah menuntut ilmu, karena dengan ilmu kita bisa memperbaiki 'aqidah kita, ibadah & amalan-amalan kita.

Kita semua telah mengetahui bahwa agama Islam telah sempurna, dan barangsiapa secara jelas & tegas mengingkarinya berarti ia telah kufur, karena ia mengingkari ayat:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا
"Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian & telah Aku sempurnakan atas kalian nikmat-Ku & Aku ridho Islam sebagai agama kalian."
(QS. Al-Maa-idah: 3)

Kemudian setelah kita mengetahui bahwa Islam telah sempurna, maka kita harus tahu siapa pribadi-pribadi & masyarakat yang paling baik mengamalkan Islam? Jawabannya tiada lain kecuali pribadi Rosululloh & para shohabatnya, bahkan dalam hal ini Alloh dan Rosul-Nya yang langsung merekomendasi / mentazkiyah:
وَالسَّابِقُونَ الأوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah” (QS. At-Taubah: 100)

Rosululloh bersabda,
“Sebaik-baik manusia adalah generasiku (shohabat), kemudian setelahnya (tabi’in), kemudian setelahnya (tabi’ut tabi’in).” [HR. ABU DAWUD,IBNU MAJAH,dll. Dshohihkn olh Syaikh Albani dlm kitab Silsilah Hadits Shohih no. 2735]

Demikian kita dituntunkan oleh Al-Qur’an & As-Sunnah ash-shohihah untuk senantiasa mengikuti generasi awal umat ini / salafush sholih dalam beragama. Kenapa? Karena Alloh telah ridho dan mereka juga ridho kepada Alloh.

Maka mafhum mukholafah (pemahaman sebaliknya) adalah “barang siapa tidak mengikuti mereka dengan baik / menyelisihi mereka berarti ia menjauh dari keridhoan Alloh dan tentu akan mendapatkan hukuman dari Alloh.”

--MAKA INILAH BAROMETER KITA DALAM BERISLAM, DALAM MENILAI BENAR ATAU TIDAKNYA SUATU AMALAN—

Setelah kita mengetahui tentang kesempurnaan Islam dan bagaimana manhaj dalam ber-Islam, maka kita pegang kuat-kuat prinsip ini. Kenapa? Karena Rosululloh telah mengabarkan bahwa fitnah pasti akan terjadi, yaitu umat Islam pasti akan berselisih / berpecah belah. Dan bagaimana solusinya saat itu? Jawabannya ada pada hadits;
"Sesungguhnya yg hidup di antara kalian, maka ia akan mendapati perselisihan yg banyak (dalam tubuh umat Islam), maka WAJIB ATAS KALIAN MENGIKUTI SUNNAHKU DAN SUNNAHNYA KHULAFAUR ROSYIDIN YG MENDAPAT PETUNJUK dan gigitlah dg gigi geraham kalian dan jauhilah perkara2 yang baru, sesungguhnya setiap bid'ah itu sesat.”
(HR. Tirmidzi & Abu Dawud; Hasan Shohih)

Ikhwah fillah,
Inilah petunjuk dari panutan kita. Secara makna hadits di atas hampir sama dengan hadits sebelumnya. Dalam kondisi perselisihan tersebut maka wajib hukumnya kita berpegang dengan apa yang menjadi Sunnah Rosululloh dan para shohabat (yg diwakili oleh Khulafaur Rosyidin) dengan gigi geraham (sangat kuat).

Dalam hadits ini juga ada dua qoidah, yaitu:
1. At-Ta’shil (menetapkan)
Rosululloh menetapkan agar kita senantiasa berpegang dengan sunnahnya Rosululloh dan sunnah khulafaur rosyidin serta memegangnya kuat-kuat.
2. At-Tahdzir (memperingatkan)
Rosululloh memperingatkan agar kita selalu berhati-hati terhadap perkara dien yang diada-adakan, karena itulah bid’ah & setiap bid’ah adalah sesat.

Dan tahdzir ini selalu diulang-ulang Rosululloh pada setiap muqoddimah khutbah / ceramah-ceramahnya. Padahal ketika beliau masih hidup belum muncul bid’ah, tetapi begitulah beliau sangat takut / khawatir akan kemunculannya. Kenapa? “Karena setiap muncul/hidup bid’ah, pasti pada saat itulah muncul/hidup benih-benih perselisisihan/perpecahan.


Ketahuilah yaa ikhwah fillah..
“Tidaklah setiap bid’ah itu hidup pasti akan ada sunnah sepadan yang tergeser”
“Apabila semakin banyak bid’ah, maka semakin banyak pula sunnah yang hilang”

Dan inilah di antara sebab binasanya dien, karena bid’ah-bid’ah. Oleh karena itu jangan heran apabila para ‘Ulama lebih keras memerangi ahli bid’ah daripada orang-orang kuffar itu sendiri, sebab orang-orang awampun tahu kalau itu kuffar, tetapi tentang kebid’ahan tidak semua orang diberi kelebihan ilmu untuk mengetahuinya.

Seandainya kalian ditanya, APA ITU ISLAM?
Maka bisa dijawab:
“Islam adalah ajaran Rosululloh. Dan ajaran Rosululloh dari A sampai Z adalah sunnah, maka apabila sunnah itu ditinggalkan (atau hilang karena munculnya bid’ah) satu demi satu, seutas demi seutas maka akan hilang kekuatan Islam itu sebagaimana hilangnya kekuatan pada tali seutas demi seutas.”

Maka benarlah perkataan Imam Fudhail bin Iyadh (‘Ulama Tabi’in):
“Barangsiapa mengagungkan ahli bid’ah, maka sungguh ia telah membantu atas binasanya Islam.”

Karena, “SESUNGGUHNYA ISLAM ITU ADALAH SUNNAH DAN SUNNAH ADALAH ISLAM” (lihat muqoddimah kitab Syarhu Sunnah oleh Imam Al-Barbahari)

Tidak ada komentar:

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.





Semoga Allah mengampuni dosa dosa kita dan menunjuki jalan Kebenaran