Jadwal Sholat

Waktu Sholat untuk 6 Juta Kota Sedunia
Country:
Silahkan baca semoga ada manfaatnya, terima kasih. Semoga Bermanfaat

Minggu, 02 Agustus 2009

Awas, Jangan Musyrik!

gaulislam edisi 093/tahun ke-2 (12 Sya’ban 1430 H/3 Agustus 2009)

Bro and Sis, salah satu yang bisa membatalkan keislaman kita adalah ketika kita dengan sungguh-sungguh menyekutukan Allah Swt. dengan yang lain alias menduakanNya dengan sesuatu yang lain. Padahal, Allah Swt. udah jelas banget ngasih wanti-wanti kepada kita dalam firmanNya: “Tidak Aku ciptakan jin dan Manusia melainkan hanya untuk beribadah kepadaKu.” (QS adz-Dzaariyaat [51]: 56)

Oya, makna ibadah ialah penghambaan diri kepada Allah Ta’ala dengan mentaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Rasulullah saw. Inilah hakikat agama Islam, karena Islam maknanya ialah penyerahan diri kepada Allah semata, yang disertai dengan kepatuhan mutlak kepadaNya, dengan penuh rasa rendah diri dan cinta. Ibadah berarti juga segala perkataan dan perbuatan, baik lahir maupun batin, yang dicintai dan diridhai oleh Allah. Dan suatu amal akan diterima oleh Allah sebagai ibadah apabila diniati dengan ikhlas karena Allah semata; dan mengikuti tuntunan Rasulullah saw.

Dalam ayat lain Allah Swt. juga menyampaikan penjelasanNya:“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada setiap umat (untuk menyerukan), ‘Beribadalah kepada Allah (saja) dan jauhilah thoghut’.” (QS an-Nahl [16]: 36 )

BTW, kamu tahu istilah thoghut kan? Yup, thoghut ialah setiap yang diagungkan-selain Allah–dengan disembah, ditaati, atau dipatuhi; baik yang diagungkan itu berupa batu, manusia ataupun setan. Menjauhi thoghut berarti mengingkarinya, tidak menyembah dan memujanya, dalam bentuk dan cara apapun.

Boys and gals, percaya kepada Allah Swt. bukanlah sekadar mengenal dan mengerti bahwa pencipta alam semesta ini adalah Allah; bukan pula sekadar tahu bukti-bukti rasional tentang kebenaran wujud (keberadaan)Nya, dan wahdaniyah (keesaan)Nya, dan bukan pula sekadar mengenal Asma’ dan SifatNya aja. Nggak sesederhana itu. Sebab, kalo ini yang dimaksud, kayaknya sejak SD juga, atau sekarang bahkan anak TK udah diajarin dan banyak juga yang tahu soal ini. Nggak cuma itu, lho.

Lagian nih, iblis aja mempercayai bahwa Tuhannya adalah Allah; bahkan mengakui keesaan dan kemahakuasaan Allah dengan meminta kepada Allah melalui Asma’ dan SifatNya. Sebagaimana yang dijelasin dalam al-Quran tentang pengakuan iblis kepada Allah Swt.: “Iblis menjawab: ‘Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya’,” (QS Shaad [38]: 82)

Walah, udah tahu Allah Mahakuasa, kok iblis nekat benar ya untuk menyesatkan manusia? Itu sih namanya nantangin. Ngeyel bener tuh iblis. So, jangan mau jadi temennya iblis deh.

Terus nih, kaum jahiliyah kuno yang dihadapi Rasulullah saw. juga meyakini bahwa Tuhan Pencipta, Pengatur, Pemelihara dan Penguasa alam semesta ini adalah Allah. Allah Swt. menjelaskan: “Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab : “Allah”. Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS Luqman [31]: 25)

Kalo cuma sekadar ngaku-ngaku emang gampang. Lidah kan nggak bertulang. Jadi bisa bersilat lidah ngomong apa aja termasuk berdusta dan mendustakan ayat-ayat Allah Swt. Naudzubillahi min dzalik. Itu sebabnya, kepercayaan dan keyakinan mereka itu belumlah menjadikan mereka sebagai makhluk yang berpredikat muslim, yang beriman kepada Allah Swt.

Bro, maka jangan heran dong kalo kemudian muncul pertanyaan begini: “Apakah hakikat tauhid itu?”

Yup, sekadar ngingetin aja bahwa tauhid adalah pemurnian ibadah kepada Allah. Maksudnya yaitu menghambakan diri hanya kepada Allah secara murni dan konsekuen dengan mentaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya, dengan penuh rasa rendah diri, cinta, harap dan takut kepadaNya. Wah, hebat sekali tuh (jika memang bisa demikian).

Untuk inilah sebenarnya manusia diciptakan Allah, dan sesungguhnya misi para Rasul adalah untuk menegakkan tauhid dalam pengertian tersebut di atas, mulai dari Rasul pertama sampai Rasul terakhir, Nabi Muhammad saw. Allah Swt. berfirman: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (QS an-Nahl [16]: 36)

Juga dalam ayat lain Allah Swt. menerangkan: “Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: ‘Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku’.” (QS al-Anbiyaa [21]: 25)

Tuh, udah jelas banget kalo Allah Swt. meminta manusia untuk beribadah hanya kepadaNya. Nggak boleh beribadah atas nama ilah atau Tuhan yang lain, termasuk nggak boleh menjadikan hawa nafsu kita sebagai Tuhan. Wah, nggak banget deh!>>>>



Salam,
Redaksi gaulislam

Tidak ada komentar:

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.





Semoga Allah mengampuni dosa dosa kita dan menunjuki jalan Kebenaran