Jadwal Sholat

Waktu Sholat untuk 6 Juta Kota Sedunia
Country:
Silahkan baca semoga ada manfaatnya, terima kasih. Semoga Bermanfaat

Minggu, 02 Agustus 2009

Kondisi Perbatubaraan Dunia


Berbicara mengenai cadangan batu bara*1 dunia, dikenal berbagai angka statistik. Namun kalau mengacu kepada angka terbaru (tahun 1998) yang berasal dari konferensi energi dunia (IEA = International Energy Agency) yang diselenggarakan 3 tahun sekali, maka cadangan batu bara dunia secara geologi adalah sekitar 7 triliun ton, dengan rincian batu bara bituminus dan antrasit sekitar 3,3 triliun ton, batu bara subbituminus sekitar 3,9 triliun ton. Akan tetapi secara tekno-ekonomi cadangan tertambang yang dapat digali dikatakan ada sekitar 1 triliun ton. Kalau dilihat menurut asal negara dan regional, maka Australia, bekas Uni Soviet, RRC, Amerika, India dan Eropa adalah negara yang memiliki cadangan besar, dengan ciri penyebaran yang luas secara global





1 cadangan = cadangan terukur + cadangan tereka
{menilai sumber daya berdasarkan kondisi keberadaannya di bawah tanah, termasuk batu bara target perdagangan (kecuali batu bara peringkat rendah)}

Menurut IEA, produksi batu bara dunia pada tahun 1998 mencapai sekitar 3,7 milyar ton, di mana negara penghasil nomor satu di dunia adalah RRC yang menghasilkan lebih dari 1/3 produksi dunia (sekitar 1,236 milyar ton). Di urutan berikutnya berturut-turut Amerika (936 juta ton), India (303 juta ton), bekas Uni Soviet (290 juta ton), Afrika Selatan (223 juta ton), Australia (219 juta ton) dan Polandia (117 juta ton).
Volume perdagangan batu bara dunia pada tahun 1998 adalah 524 juta ton, di mana negara pengekspor nomor satu adalah Australia (167 juta ton) atau sekitar 31 %, disusul oleh Amerika (71 juta ton), Indonesia (47 juta ton) dan Kanada. Sedangkan sebagai negara pengimpor, Jepang mengimpor batu bara dalam jumlah besar yaitu sekitar 26 % (129 juta ton) dari volume perdagangan batu bara dunia. Volume impor yang besar ini disebabkan oleh pertumbuhan impor akibat sektor tenaga listrik dan semen yang beralih ke batu bara. Selain Jepang, dewasa ini negara-negara di kawasan Asia Timur seperti Korea (51 juta ton) dan Taiwan (37 juta ton) juga menunjukkan kecenderungan meningkat.
Perkiraan kebutuhan batu bara di masa depan memiliki banyak unsur ketidakpastian yang memerlukan pertimbangan tersendiri. Namun menurut IEA, volume impor batu bara di negara-negara OECD pada tahun 1997 yang mencapai 293 juta tce*, akan menjadi 309 juta tce pada tahun 2010. Sementara itu, volume ekspor Amerika dan Australia diperkirakan bertambah, sehingga volume ekspor pada tahun 1997 yang sebesar 252 juta tce, akan meningkat menjadi 313 juta tce pada tahun 2010. Menurut ramalan-ramalan ini, secara global di masa depan permintaan dan persediaan untuk batu bara uap dikhawatirkan akan menjadi lebih ketat dibandingkan batu bara metalurgi. Oleh karenanya, perlu memacu eksplorasi, pembangunan dan perbaikan infrastruktur di negara penghasil batu bara, serta memacu kebijakan penghematan energi, terutama di negara yang mengkonsumsi banyak energi.

Tidak ada komentar:

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.





Semoga Allah mengampuni dosa dosa kita dan menunjuki jalan Kebenaran